DPC PDI Perjuangan Probolinggo Lantik Pengurus 24 PAC, Targetkan 10 Kursi pada Pemilu 2029
PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo resmi melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) serentak dari 24 kecamatan. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Kebun Pring, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk konsolidasi ideologi sekaligus penguatan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput di wilayah Probolinggo. Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus Muhammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi, Anggota DPR RI Gus Dr. H. Mufti Anam, jajaran Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, serta jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, para kyai, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan NU dan Muhammadiyah, serta jajaran pengurus partai politik lintas sektor.
Refleksi Ideologi Iduladha dan Ketaatan Kolektif
Dalam orasinya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam, S.Kom.,M.Sos.. menyampaikan bahwa pelantikan yang terlaksana dalam suasana Hari Raya Iduladha ini membawa esensi nilai ideologis yang mendalam bagi seluruh kader.
“Momentum Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Hari ini, kita membuktikan ketaatan terhadap instruksi partai dengan merampungkan struktur kepengurusan di 24 PAC se-Kabupaten Probolinggo. Ini adalah hasil dari proses panjang yang dilewati dengan prinsip gotong royong,” ujar Khairul Anam.
Rumah Besar Inklusif: Didominasi Gen Z dan Keterwakilan Perempuan
Khairul Anam menegaskan bahwa PDI Perjuangan Probolinggo berkomitmen menjadi “Rumah Besar” yang inklusif. Struktur kepengurusan baru ini merepresentasikan keberagaman sosial-keagamaan di Probolinggo, yang melibatkan kader berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, umat Kristiani, hingga masyarakat Hindu Tengger.
Selain inklusif secara sosiologis, kepengurusan periode ini juga memberikan ruang aktualisasi yang luas bagi generasi muda dan keterwakilan perempuan. Dari total 228 pengurus PAC Probolinggo yang dilantik, komposisi demografinya meliputi:
• Generasi Z (Gen Z): Mencapai 40,8 persen. Persentase ini memenuhi syarat dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di mana unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) wajib melibatkan generasi muda.
• Generasi Milenial: Sebesar 23,2 persen.
• Keterwakilan Perempuan: Mencapai 41,2 persen. Angka ini melampaui mandat undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan ambang batas minimal 30 persen.
• Keterwakilan Laki-laki: Sebesar 58,8 persen.
“Di tingkat legislatif, tujuh anggota fraksi kami saat ini juga telah mencerminkan peleburan lintas generasi, mulai dari Gen Z, milenial, hingga Gen X,” tambah Khairul.
Target Pemilu 2029 dan Komitmen Pelayanan Masyarakat
Bergerak dengan landasan “5 Mantap Partai” (Mantap Ideologi, Mantap Kader, Mantap Organisasi, Mantap Program, dan Mantap Sumber Daya), DPC PDI Perjuangan Probolinggo optimistis menatap kontestasi politik ke depan.
Mengutip falsafah kerja tanpa pamrih (karmanye vadhikaraste) yang sering ditekankan oleh Bung Karno, Khairul mengajak seluruh kader untuk fokus bekerja demi kepentingan rakyat tanpa menghitung untung-rugi secara personal.
“Jika kita bekerja total untuk rakyat, kemenangan akan linier. Pada Pemilu 2029 mendatang, kami menargetkan raihan 10 kursi legislatif dari 7 daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Sinergi Daerah dan Ekspansi ke 330 Desa/Kelurahan
Sebagai partai penyeimbang di Kabupaten Probolinggo, PDI Perjuangan menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk Bupati Gus Haris, Wakil Bupati Lora Fahmi, serta partai politik lainnya demi kemajuan pembangunan daerah.
Pasca pelantikan ini, DPC PDI Perjuangan Probolinggo akan langsung melakukan ekspansi organisasi dengan membentuk kepengurusan tingkat ranting di 330 desa dan kelurahan.
“Kami memastikan bahwa kehadiran partai tidak hanya menjelang pemilu saja. Mulai hari ini, seluruh pengurus yang dilantik wajib turun ke masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mengibarkan panji-panji marhaenisme hingga ke pelosok desa,” pungkas Khairul Anam. (mis)
