DBD Mengancam Karanganyar, Puskesmas Paiton Sisir Rumah Warga

Puskesmas Paiton melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan edukasi warga di Desa Karanganyar untuk mencegah lonjakan kasus DBD meluas.

PROBOLINGGO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Paiton, Kabupaten Probolinggo, bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Jumat (29/05/2026). Langkah ini dilakukan untuk merespons kekhawatiran meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas (Kapus) Paiton Duwi Purwadji turun langsung memimpin aksi tanggap darurat tersebut. Kegiatan difokuskan pada pengecekan tempat penampungan air, pembersihan lingkungan, pemberian larvasida, serta edukasi warga dari rumah ke rumah.

“Langkah strategis ini diambil setelah pihak Puskesmas menerima laporan adanya peningkatan kasus yang cukup mengkhawatirkan di wilayah tersebut. Dengan semangat sinergi yang tinggi, tim dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar bisa menjangkau seluruh lingkungan dan Rukun Tetangga (RT) secara menyeluruh,”ujar Duwi Purwadji, S.Kep., Ns, Jum’at (29/05/2026).

Menurut Duwi, aksi lapangan tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan DBD sebelum kasus meluas. Petugas kesehatan juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Lebih baik mencegah sejak dini daripada mengobati di akhir, hari ini kami turun langsung ke lapangan, tidak hanya bekerja membersihkan, tapi juga mengedukasi warga dari pintu ke pintu agar paham bahayanya nyamuk penular DBD,” jelas Duwi Purwadji.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memeriksa sejumlah tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Pemeriksaan dilakukan di bak mandi, drum penampung air, vas bunga, talang air, hingga tumpukan barang bekas di pekarangan rumah warga.

Petugas juga mengajak warga kembali menggalakkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas. Selain itu, petugas memberikan bubuk larvasida Abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras agar jentik nyamuk tidak berkembang biak.

Selain pemberantasan sarang nyamuk, petugas juga menyosialisasikan tanda bahaya DBD kepada warga. Masyarakat diminta segera membawa anggota keluarga ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi mendadak, nyeri kepala hebat, nyeri tulang, atau muncul bintik merah pada kulit.

Menurut petugas, penanganan cepat menjadi kunci keselamatan pasien DBD. Karena itu, warga diimbau tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Kehadiran Kapus Paiton bersama tim tenaga kesehatan (nakes) mendapat respons positif dari warga Desa Karanganyar. Masyarakat menilai kegiatan tersebut membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada musim peralihan yang rawan memicu penularan penyakit.

Puskesmas Paiton menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau aksi satu hari. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dengan kerjasama yang erat antara petugas, kader, dan seluruh warga, kami optimis Desa Karanganyar bisa bersih dari nyamuk dan bebas dari ancaman DBD. Lingkungan bersih, hidup pun sehat,” pungkasnya. []

Penulis: Rachmat Effendi  | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *