Kritik Kinerja SAE Law Care, Adhy : Tetap Berjalan Dengan Pola Berbeda
0-3840x2174-0-0#
PROBOLINGGO – Keberadaan SAE Law Care yang merupakan program kerja (Proker) andalan Bupati Gus Haris sejatinya menjadi tumpuan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para Kepala Desa (Kades) yang tersangkut masalah hukum bisa memberikan pendampingan hukum.
Namun faktanya, program kerja SAE Law Care jauh api dari panggang, minim kegiatan, bahkan kantor yang terletak di komplek Islamic Center Kraksaan itu nyaris tidak pernah ada staf yang stanby seperti layaknya sebuah kantor hukum.
“Bagaimana kami mau minta pendampingan hukum jika tidak pernah ada staf yang stanby di Kantor SAE Law Care itu pak,”ujar salah seorang Kepala Desa yang minta namanya tidak disebut.
Menanggapi hal itu, Adhy Catur Indra Bawono, S.H menolak adanya anggapan SAE Law Care tidak berjalan seperti yang diklaim selama ini.
Sebaliknya menurut Adhy, pada tahun 2025 yang lalu memberikan pendampingan hukum kepada enam ASN yang terjerat masalah hukum semuanya bisa diselesaikan dengan baik.
“Kami berhasil memberikan pendampingan hukum kepada enam orang ASN yang berhadapan dengan masalah hukum, semuanya clear,”ungkap Adhy, pada Rabu (9/6/2026) di ruang kerjanya.
Lebih jauh Adhy mengatakan, meskipun SAE Law Care hanya mendapat anggaran Rp. 80 juta yang diperuntukkan kebutuhan mebelair, AC, Pc Komputer, printer, papan nama dalam dan luar, ATK, namun tidak menyurutkan semangat membantu ASN dan Kades yang menghadapi persoalan hukum.
“Pola kerjanya kami rubah, saat sekarang kami bagian hukum Pemkab Probolinggo yang langsung menangani jika ada permintaan pendampingan hukum,”pungkas Adhy.(rac)
