Wali Kota Probolinggo Minimalisir Pernikahan Dini, Begini Respon F Wamipro
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pernikahan dini melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh dr. Aminuddin saat menjelaskan proses penilaian yang sedang dijalani oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam ajang evaluasi program penurunan pernikahan dini.
Dalam keterangannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menjelaskan bahwa terdapat 66 pemerintah kota dan kabupaten yang masuk dalam proses penilaian lapangan setelah melewati tiga tahapan seleksi. Tahapan yang sedang berlangsung saat ini merupakan seleksi akhir untuk menentukan daerah terbaik dalam menjalankan program penurunan angka pernikahan dini.
Menurutnya, penilaian tersebut tidak hanya melihat kebijakan di atas kertas, tetapi juga implementasi nyata program yang berjalan di daerah, termasuk kolaborasi antar lembaga dalam memberikan edukasi dan pencegahan terhadap pernikahan usia dini.
“Yang mendapat penilaian langsung ke tempat ada 66 pemerintah kota dan kabupaten setelah melalui tiga tahapan seleksi. Ini seleksi terakhir untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam rangka menilai bagaimana program-program menurunkan angka pernikahan dini,” ujar dr. Aminuddin.
Ia menambahkan, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah saja, tetapi melibatkan banyak pihak. Pemerintah Kota Probolinggo membangun sinergi bersama berbagai elemen, termasuk Dinas Sosial dan Pengadilan Agama, terutama dalam penguatan edukasi serta pengawasan terhadap pengajuan dispensasi pernikahan.
Wali kota juga menyebut bahwa saat ini tim penilai masih melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, termasuk menuju kawasan Puspada di wilayah sekitar kecamatan untuk melihat langsung implementasi program di lapangan.
“Tentu tadi kita gambarkan semua mengenai program ini. Makanya kita belum mensosialisasikan secara luas kepada wartawan karena memang masih dalam tahapan penilaian. Kalau memang nanti berhasil menjadi pemenang, tentu akan kami sampaikan dan undang semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) M. Suhri menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Probolinggo atas langkah dan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan program yang menyentuh persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurut M. Suhri, upaya pencegahan pernikahan dini merupakan langkah penting karena berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan, kesehatan, serta masa depan generasi muda. Ia berharap program yang dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Wali Kota Probolinggo beserta seluruh jajaran yang serius menghadirkan program pencegahan pernikahan dini. Ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Probolinggo,” pungkasnya.(rac)
