UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan, Kredit BRI Tembus Rp1.417 Triliun

JAKARTA – Segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi motor utama pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hingga Mei 2026. Kinerja tersebut mendorong total penyaluran kredit perseroan meningkat 12,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1.417,20 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.262,72 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan BRI tetap terjaga di tengah tekanan suku bunga yang masih tinggi. Selain UMKM, peningkatan kredit juga berasal dari segmen konsumer serta kontribusi positif perusahaan anak.

Direktur Utama (Dirut) BRI Hery Gunardi mengatakan, portofolio pembiayaan UMKM masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit perseroan. Di sisi lain, pembiayaan konsumer juga memperlihatkan perkembangan yang positif.

“Pendorongnya tetap UMKM ya, terus konsumer juga tumbuh, KPR BRIguna-nya juga mengalami pertumbuhan,” ujar Hery, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (15/07/2026).

Menurut Hery, pertumbuhan bisnis anak perusahaan turut memperkuat kinerja BRI. Salah satu penyumbang peningkatan tersebut berasal dari bisnis emas PT Pegadaian yang menunjukkan performa positif sepanjang tahun berjalan.

“Yang di perusahaan anak juga kan kita ada Pegadaian kan, Pegadaian juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik dari bisnis emasnya,” ucapnya.

Meski mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid, BRI belum mengubah target bisnis yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan tetap optimistis mampu memenuhi sasaran penyaluran kredit hingga akhir 2026.

“Kita sampai hari ini masih stick dengan RBB yang kita sampaikan ke OJK, belum ada perubahan,” tegasnya.

Namun demikian, BRI tetap mencermati perkembangan suku bunga yang masih tinggi karena berpotensi memengaruhi permintaan kredit dari masyarakat maupun dunia usaha.

“Mudah-mudahan pressure suku bunga, dengan suku bunga yang tinggi ini enggak terlalu lama, harapannya seperti itu,” tutur Hery.

Kinerja pembiayaan BRI sendiri telah menunjukkan tren positif sejak awal tahun. Pada Kuartal I 2026, kredit perseroan tercatat tumbuh 13,7 persen secara year on year menjadi Rp1.562 triliun.

Dalam periode tersebut, segmen UMKM tetap mendominasi portofolio kredit dengan total pembiayaan mencapai Rp1.211 triliun. BRI juga mempertahankan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp19,86 triliun atau sekitar 42,16 persen dari total KUR yang telah disalurkan.

Capaian tersebut mempertegas peran UMKM sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis BRI sekaligus menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif di berbagai sektor ekonomi nasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *