Paylater BTN Masuk Tahap Pengajuan, Peluncuran Ditargetkan Tahun Ini

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) mempercepat pengembangan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater yang ditargetkan meluncur pada 2026. Saat ini, produk tersebut masih berada dalam proses pengajuan perizinan sembari perusahaan menyelesaikan aspek bisnis, teknologi, regulasi, dan tata kelola.

Layanan paylater nantinya akan terintegrasi dalam aplikasi super app Bale sebagai bagian dari strategi BTN memperluas layanan digital sekaligus memperkuat ekosistem perbankan di luar pembiayaan perumahan.

Direktur Teknologi Informasi (TI) BTN Tan Jacky Chen mengatakan pengembangan produk terus berjalan secara paralel dengan proses perizinan yang sedang ditempuh perseroan.

“Paylater saat ini kita mulai pengembangan. Dan secara bisnis sedang dilakukan pengajuan untuk perizinan dari sisi paylater,” kata Jacky, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Rabu (15/07/2026).

Menurutnya, BTN tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem, tetapi juga memastikan seluruh aspek kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola telah dipenuhi sebelum produk resmi dipasarkan kepada masyarakat.

“Jadi secara sistem, secara bertahap kami melakukan parallel untuk pengembangan dari sistem paylater sendiri,” tutur Jacky.

BTN juga menyiapkan skema penentuan plafon pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing nasabah. Penilaian akan dilakukan berdasarkan profil, segmentasi, serta kebutuhan penggunaan layanan agar penyaluran fasilitas pembiayaan tetap terukur.

“Karena setiap profil dan setiap segmen kan berbeda dan use case-nya pun nanti kita akan sesuaikan dengan profil dan segmen yang nanti kita anggap sebagai eligible menerima paylater atau yang akan mengajukan,” ungkap Jacky.

Ia menjelaskan, seluruh akses layanan paylater akan dilakukan melalui Bale yang menjadi platform digital utama BTN. Melalui aplikasi tersebut, perseroan ingin mengintegrasikan berbagai produk dan layanan keuangan dalam satu ekosistem digital.

“Karena Bale kan sebagai produk champion kita. Kita akan memperkuat di situ, itu sebagai super apps kami. Jadi island-island yang dipunya dari consumer, dari lending gitu ya salah satunya dari paylater, nanti gatewaynya masuk lewat Bale,” terangnya.

Selain mengembangkan produk baru, BTN juga meningkatkan investasi di sektor teknologi informasi. Hingga pertengahan tahun, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) bidang TI telah melampaui 50 persen dari target yang ditetapkan. Perseroan juga menaikkan alokasi capex TI sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tapi memang nanti penyerapannya akan semakin tinggi. Semakin besar di akhir tahun. Jadi memang sesuai dengan target kami terkait penyerapan dari capex,” tutur Jacky.

Sebelumnya, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan bahwa perseroan telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengembangan produk BNPL dan kini masih menjalani proses lanjutan di Bank Indonesia (BI).

Pengembangan layanan paylater merupakan bagian dari transformasi BTN untuk memperluas layanan perbankan digital sekaligus mewujudkan strategi menjadi bank yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan transaksi dan gaya hidup nasabah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *