Wagub Gorontalo Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Perluasan Akses Pasar
KOTA GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mendorong peningkatan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memperluas pemesanan produk lokal pada berbagai kegiatan pemerintahan maupun organisasi. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat keberlangsungan usaha para pelaku UMKM yang produknya telah memiliki kualitas bersaing.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat menghadiri Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Pemberdayaan Perempuan UMKM serta Kelompok Rentan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di Aula Rumah Jabatan Wagub Gorontalo, Selasa (14/07/2026).
Dalam kesempatan itu, Wagub menilai tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini bukan lagi sebatas peningkatan kualitas produk, melainkan bagaimana produk tersebut semakin dikenal masyarakat dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.
“Produk UMKM kita ini bagus-bagus. Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya bantuan, tetapi bagaimana produknya dipromosikan dan dipesan sehingga usahanya terus berkembang dan pelanggannya semakin bertambah,” ujar Idah, sebagaimana diberitakan Info Publik, Selasa (14/07/2026).
Wagub mengungkapkan, sebanyak 25 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan telah menunjukkan perkembangan usaha yang positif. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa para peserta tidak lagi dapat dikategorikan sebagai kelompok rentan karena telah mampu menghasilkan produk dengan mutu yang baik dan layak bersaing di pasar.
Ia pun mengajak berbagai organisasi, termasuk Dharma Wanita dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), untuk memberi ruang lebih besar kepada UMKM lokal dalam penyediaan kebutuhan konsumsi maupun produk lainnya pada setiap kegiatan.
“Saya melihat usaha ibu-ibu ini sudah berkembang dan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Jika ada kegiatan di lingkungan pemerintah maupun organisasi, mari berikan kesempatan kepada UMKM lokal. Ayo ibu ibu Dharma Wanita, BKOW, jangan hanya memesan di satu tempat saja. Produk-produk UMKM ini layak mendapat kesempatan karena kualitasnya tidak kalah baik,” katanya.
Selain memperluas pasar, Wagub mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi mutu produk. Pelaku usaha diminta mempertahankan kualitas rasa, ukuran, serta penyajian agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga, meskipun menghadapi kenaikan harga bahan baku.
Menurutnya, apabila terjadi penyesuaian harga, pelaku UMKM sebaiknya menyampaikan informasi tersebut secara terbuka kepada konsumen. Transparansi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Khusus bagi pelaku usaha di sektor kuliner, Wagub juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan area produksi. Aspek higienitas menjadi perhatian utama karena produk makanan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan dapat sewaktu-waktu menjadi objek pemeriksaan oleh instansi berwenang.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM, Wagub menyatakan akan mulai menggunakan produk dan jasa para peserta pelatihan, termasuk layanan katering serta aneka makanan. Ia juga meminta panitia mendata identitas, jenis usaha, dan nomor telepon seluruh peserta agar memudahkan proses pemesanan ketika diperlukan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Gorontalo sekaligus memperkuat kontribusi sektor usaha kecil terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. []
Redaksi01
