IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.067, Rupiah Perkasa di Rp18.076 per Dolar AS
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Rabu (15/07/2026) dengan tetap berada di zona positif. Penguatan indeks juga diikuti apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan sentimen pasar yang relatif kondusif di tengah aktivitas perdagangan saham domestik.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat 28,32 poin atau 0,47 persen ke level 6.067,84. Nilai transaksi selama sesi I mencapai Rp6,24 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,42 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,23 juta kali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg turut menguat 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp18.076 per dolar AS.
Pergerakan indeks ditopang oleh sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) memimpin daftar penguatan setelah melonjak 26,32 persen ke level 168. Posisi berikutnya ditempati PT Lion Metal Works Tbk (LION) yang naik 24,84 persen menjadi 382, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menguat 24,71 persen ke level 424, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang bertambah 24,62 persen menjadi 324, serta PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 22,77 persen ke posisi 620.
Di sisi lain, sejumlah emiten masih mengalami tekanan selama perdagangan. Saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) menjadi pelemahan terbesar setelah turun 8,76 persen ke level 625. Disusul PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang melemah 7,69 persen menjadi 132, PT Niramas Utama Tbk (JELI) turun 7,37 persen ke level 1.005, PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) terkoreksi 6,06 persen menjadi 930, serta PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) yang turun 5,34 persen ke level 1.860.
Aktivitas transaksi terbesar berdasarkan nilai masih didominasi saham-saham sektor perbankan dan industri. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat nilai transaksi tertinggi sebesar Rp361,17 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp344,50 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp335,44 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp323,02 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp320,59 miliar.
Adapun berdasarkan volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif dengan 8,69 juta lembar saham berpindah tangan. Selanjutnya PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) sebanyak 6,96 juta lembar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) 5,24 juta lembar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 4,71 juta lembar, dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 3,73 juta lembar.
Sentimen positif juga terlihat di mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,20 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,41 persen, dan Straits Times Singapura bertambah 1,50 persen. Sementara itu, indeks SSE Composite China menjadi satu-satunya yang bergerak melemah tipis sebesar 0,08 persen. Perkembangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu (15/07/2026). []
Redaksi01
