Menuju Kota Kembar, Samarinda–Yekaterinburg Perkuat Kerja Sama Strategis
Pemkot Samarinda dan Pemkot Yekaterinburg menyepakati pengembangan kemitraan di bidang industri, investasi, pendidikan, teknologi digital, lingkungan, kebudayaan, dan pariwisata.
YEKATERINBURG – Pemerintah Kota (Pemkot) Yekaterinburg di Rusia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Kalimantan Timur (Kaltim) menandatangani protokol niat untuk membangun hubungan kota kembar (sister city) serta mengembangkan kerja sama strategis di bidang industri, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, lingkungan, dan kebudayaan.
Protokol tersebut ditandatangani Wali Kota Yekaterinburg Alexey Orlov dan Wali Kota Samarinda Andi Harun melalui konferensi video yang digelar bertepatan dengan penyelenggaraan pameran industri internasional Innoprom di Rusia. Kesepakatan itu menjadi tahap awal sebelum kedua pemerintah kota menyusun program kerja yang lebih konkret.
Melalui protokol tersebut, Pemkot Yekaterinburg dan Pemkot Samarinda sepakat memperluas kolaborasi industri, perdagangan, dan investasi. Kedua pihak juga akan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan, pelatihan, dan pertukaran pengalaman antarlembaga.
Alexey Orlov menilai kehadiran delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perindustrian (Menperin) dalam pameran Innoprom menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan antara Rusia dan Indonesia. Menurut dia, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang menuju kemitraan strategis.
Orlov memandang penandatanganan protokol dengan Samarinda sebagai langkah nyata Yekaterinburg dalam mendukung penguatan hubungan tersebut. Kerja sama antarkota diharapkan membuka peluang pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.
Andi Harun menyambut positif rencana kemitraan tersebut. Ia menilai Yekaterinburg merupakan mitra yang andal dan progresif, terutama karena memiliki kekuatan pada sektor industri, pendidikan, teknologi, dan kebudayaan.
Menurut Andi Harun, kemampuan industri Yekaterinburg dan potensi investasi Samarinda dapat menjadi fondasi bagi pengembangan proyek yang saling menguntungkan. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi warga kedua kota, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan kemanusiaan antara Indonesia dan Rusia.
Selain sektor industri dan pendidikan, kedua kota akan bertukar pengalaman dalam penerapan teknologi digital dan konsep kota cerdas (smart city). Kolaborasi juga mencakup pengelolaan lingkungan hidup, pembangunan perkotaan berkelanjutan, pelayanan sosial, kebudayaan, dan pariwisata.
Kemitraan tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dan Rusia untuk mendorong hubungan antarwilayah dan antarkota. Yekaterinburg yang dikenal aktif menjalin hubungan internasional melihat Samarinda sebagai salah satu pintu untuk memperluas jejaring kemitraan di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, Samarinda berpeluang memperoleh akses terhadap pengalaman Yekaterinburg dalam pengembangan industri, teknologi, pendidikan, dan tata kelola perkotaan. Pengetahuan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan Samarinda sebagai ibu kota Kaltim sekaligus salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai tindak lanjut, kedua pemerintah kota akan menyusun peta jalan pelaksanaan kerja sama. Kelompok kerja direncanakan dibentuk pada setiap bidang yang disepakati untuk merumuskan program, target, dan mekanisme pelaksanaannya.
Kedua pihak juga merencanakan kunjungan balasan antardelegasi. Alexey Orlov dan Andi Harun menyatakan akan mengoordinasikan pelaksanaan kesepakatan tersebut agar protokol niat dapat berkembang menjadi program nyata dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Penandatanganan protokol niat ini menjadi langkah awal penguatan hubungan Samarinda dan Yekaterinburg. Keberhasilan kerja sama akan ditentukan oleh kejelasan program, konsistensi pelaksanaan, serta kemampuan kedua kota mengubah kesepakatan diplomatik menjadi proyek yang terukur dan berkelanjutan. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
