IHSG Melonjak 1,40 Persen pada Sesi I, Ditutup di Level 6.319
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Selasa (21/07/2026) dengan penguatan tajam sebesar 88,07 poin atau 1,40 persen ke level 6.319,85. Kenaikan indeks didukung tingginya aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan saham-saham sektor energi, petrokimia, dan konglomerasi menjadi kontributor utama nilai perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp11,07 triliun. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 30,96 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,76 juta kali, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa (21/07/2026).
Dari sisi pergerakan harga saham, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) setelah melonjak 25 persen menjadi Rp1.300 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang naik 24,75 persen ke Rp630, disusul PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) yang menguat 20,49 persen ke Rp294.
Selain itu, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) meningkat 18 persen menjadi Rp59 per saham, sedangkan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik 17,17 persen ke level Rp11.600 per saham.
Di sisi lain, sejumlah saham masih berada di zona merah. PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) menjadi saham dengan pelemahan terdalam (top losers) setelah turun 13,41 persen ke Rp1.130 per saham. Penurunan juga dialami PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) sebesar 12,30 persen ke Rp214, PT Niramas Utama Tbk (JELI) melemah 9,55 persen ke Rp710, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) turun 9,52 persen ke Rp57, serta PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) terkoreksi 8,66 persen ke Rp116 per saham.
Berdasarkan nilai transaksi (top value), aktivitas perdagangan terbesar dibukukan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp1,36 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp780,23 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp689,47 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp675,85 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp465,54 miliar.
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan (top volume), saham BNBR menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 44,10 juta lembar saham. Selanjutnya disusul BUMI sebanyak 41,71 juta lembar, JGLE 17,47 juta lembar, DEWA 15,94 juta lembar, dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 11,15 juta lembar.
Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,54 persen ke level 65.781,42. Indeks Straits Times Singapura naik 0,67 persen menjadi 5.535,77, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat tipis 0,03 persen ke 25.150,75. Berbeda dengan bursa lainnya, Indeks SSE Composite China melemah 0,43 persen ke level 3.779,91. []
Redaksi01
