Pertamina dan Pelita Air Buka Jalur Baru Pemasaran UMKM Lewat PAS Sky Shop

TANGERANG – PT Pertamina (Persero) bersama PT Pelita Air Service (Pelita Air) memperluas akses pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program PAS Sky Shop, yakni layanan belanja di dalam pesawat yang memungkinkan produk UMKM binaan Pertamina dipasarkan kepada ribuan penumpang Pelita Air. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan.

Inisiatif tersebut diperkenalkan setelah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pertamina dan Pelita Air di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (23/07/2026). Program ini menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM yang telah melalui proses kurasi untuk dipasarkan selama penerbangan, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat (24/07/2026).

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khususnya poin ketiga tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan,” ujar Arya.

Pada penyebutan pertama, tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam membangun ekosistem bisnis yang melibatkan UMKM. Menurut Arya, sinergi antaranak usaha di lingkungan Pertamina Group diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Pertamina berharap dapat membantu pelaku usaha lokal agar semakin berdaya saing dan tumbuh secara berkelanjutan menjadi wirausaha yang tangguh, mandiri, dan kreatif,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Pelita Air Faik Fahmi menilai kehadiran PAS Sky Shop merupakan bentuk dukungan nyata terhadap produk dalam negeri. Menurutnya, kolaborasi tersebut mempertemukan program pembinaan UMKM dengan akses pasar yang lebih luas sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha.

“Kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Kami meyakini Pelita Air menjadi saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina agar lebih dikenal masyarakat,” ujar Faik.

“Ketika layanan penerbangan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang, konektivitas tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian nasional,” sambungnya.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku telah merasakan manfaat program tersebut. Salah satunya adalah Bali Ayu Nature, produsen produk perawatan tubuh asal Bali, yang kini dapat memasarkan produknya melalui penerbangan Pelita Air.

Pendiri Bali Ayu Nature, Komang Yatik, menyebut kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pasar produknya.

“Saya sangat bangga mendapat kesempatan mengikuti program ini. Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi bersama Pelita Air. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar internasional,” ujar Komang.

Ia menjelaskan bahwa sejak menjadi UMKM binaan Pertamina, usahanya memperoleh berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pelatihan, promosi, pameran, hingga business matching yang mempertemukannya dengan calon pembeli.

“Perkembangan usaha kami sangat terasa. Selain bisnis semakin maju, kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja kami adalah ibu rumah tangga sehingga program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Komang.

Manfaat serupa juga dirasakan Rosilawati, pendiri Uwaisgen asal Klungkung, Bali. Produk tas berbahan kain tenun tradisional Bali buatannya kini tersedia di dalam penerbangan Pelita Air melalui PAS Sky Shop.

“Bangga sekali karena karya kami bisa diapresiasi dan dibawa terbang ke berbagai daerah. Program ini juga berdampak pada para perajin tenun tradisional yang sebagian besar perempuan, sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Pelaku UMKM lainnya, Heni Danasworo, menghadirkan koleksi hijab dan mukena eksklusif bertema Nusantara yang hanya dipasarkan di dalam penerbangan Pelita Air. Produk tersebut dirancang khusus sehingga tidak tersedia di toko online maupun offline miliknya.

“Saya benar-benar tidak menyangka produk kami bisa lolos kurasi dan dijual di dalam pesawat. Kami mendesain produk khusus untuk Pelita Air sehingga pelanggan tidak bisa mendapatkannya di toko online maupun offline kami. Semoga produk ini diterima dengan baik oleh para penumpang dan semakin meningkatkan penjualan UMKM lokal,” imbuh Heni. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *