SeaBank Cetak Laba Rp749 Miliar, Kredit Tumbuh 53 Persen
JAKARTA – Ekspansi penyaluran kredit menjadi motor utama pertumbuhan bisnis PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank) sepanjang semester I-2026. Kredit SeaBank mencapai Rp39,81 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 53,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), di tengah upaya perseroan mempertahankan kualitas aset dan efisiensi operasional.
Pertumbuhan intermediasi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK). DPK SeaBank tercatat Rp41,80 triliun atau tumbuh 47,6 persen secara tahunan. Struktur pendanaan juga ditopang dana murah melalui Current Account Savings Account (CASA) yang mencapai Rp29,10 triliun atau setara 69,6 persen dari total DPK.
Kinerja bisnis tersebut turut mendorong perolehan laba. SeaBank membukukan laba bersih Rp749,26 miliar pada semester I-2026, meningkat sekitar 250 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, total aset perseroan mencapai Rp52,97 triliun hingga akhir Juni 2026.
Direktur Utama (Dirut) PT Bank SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut menunjukkan strategi pengembangan layanan perbankan digital mulai memberikan hasil positif dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Hasil positif sepanjang semester I-2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat,” ujar Sasmaya dalam keterangan resmi, sebagaimana diberitakan IDXChannel, Selasa (18/08/2026).
Penyaluran kredit SeaBank dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari direct lending, kolaborasi dengan ekosistem digital, hingga kemitraan strategis. Strategi tersebut membuat ekspansi kredit berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan DPK pada periode yang sama.
Meski demikian, pertumbuhan kredit tetap dibarengi dengan perhatian terhadap risiko pembiayaan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross SeaBank berada di level 1,65 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator.
Dari sisi efisiensi, SeaBank mencatat Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1 persen. Sementara itu, tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) mencapai 3,9 persen pada semester I-2026.
Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari perluasan basis pengguna. Hingga akhir semester I-2026, jumlah nasabah SeaBank mencapai 35 juta. Aktivitas transaksi turut menunjukkan peningkatan dengan rata-rata lebih dari 16,8 juta transaksi per hari sepanjang Juni 2026.
Volume perputaran uang dalam aktivitas transaksi tersebut mencapai sekitar Rp7,1 triliun setiap hari. Besarnya aktivitas transaksi menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan layanan perbankan digital SeaBank oleh nasabah.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan dana murah, perluasan basis nasabah, serta efisiensi operasional, SeaBank memiliki ruang untuk melanjutkan ekspansi pada paruh kedua 2026. Namun, laju pertumbuhan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pengendalian risiko kredit dan pemeliharaan kualitas aset agar ekspansi bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan. []
Redaksi01
