IHSG Sesi I Melonjak 1,26%, WIFI Naik Lebih dari 10%

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,26 persen ke level 6.482,57 hingga akhir perdagangan sesi I, Selasa (18/08/2026). Penguatan tersebut ditopang kenaikan mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sektor energi, infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, transportasi, dan perindustrian berada di antara sektor yang menguat.

Pergerakan positif IHSG terjadi setelah indeks dibuka dengan lonjakan pada awal perdagangan. Berdasarkan data BEI yang dikutip melalui RTI Business, penguatan IHSG mencerminkan dominasi saham-saham yang bergerak naik pada paruh pertama perdagangan.

Sebagaimana dilansir Kontan, Selasa (18/08/2026), aktivitas transaksi saham juga cukup tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 19,97 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,17 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 397 saham menguat, 218 saham melemah, sedangkan 178 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif masih mendominasi perdagangan saham domestik hingga sesi pertama berakhir.

Di jajaran indeks LQ45, penguatan tertinggi dicatatkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Saham WIFI melonjak 10,08 persen menjadi Rp2.130 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 6,25 persen menjadi Rp2.720 per saham. Sementara itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 3 persen ke level Rp206 per saham.

Pergerakan sejumlah saham unggulan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar seiring penguatan IHSG pada perdagangan sesi I.

Namun, tidak seluruh saham dalam indeks LQ45 bergerak positif. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 1,68 persen ke Rp7.300 per saham.

Selanjutnya, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terkoreksi 0,76 persen menjadi Rp650 per saham. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga turun 0,33 persen ke level Rp3.050 per saham.

Penguatan IHSG secara keseluruhan tetap ditopang oleh mayoritas sektor yang berada di zona hijau. Sektor energi, infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, transportasi, dan perindustrian menjadi sejumlah sektor yang memberikan dukungan terhadap pergerakan indeks pada sesi pertama.

Dengan IHSG masih bertahan di zona hijau hingga siang hari, pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan penguatan indeks pada perdagangan sesi II, termasuk perubahan arah saham-saham berkapitalisasi besar dan pergerakan sektor-sektor utama. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *