IHSG Tertekan 0,60% di Sesi I, 9 Sektor Masuk Zona Merah

JAKARTA – Tekanan jual masih membayangi perdagangan saham domestik hingga jeda siang, Rabu (19/08/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,60 persen ke level 6.411,19. Pelemahan tersebut terjadi ketika sembilan dari 11 indeks sektoral berada di zona merah, sementara hanya sektor properti dan infrastruktur yang mampu mencatatkan penguatan.

IHSG berkurang 38,63 poin dari posisi perdagangan sebelumnya. Hingga penutupan sesi I, sebanyak 361 saham tercatat turun, sedangkan 233 saham menguat dan 191 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor energi menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan 1,35 persen. Tekanan berikutnya datang dari sektor barang baku yang melemah 0,86 persen serta sektor barang konsumen nonsiklikal yang turun 0,72 persen.

Di tengah tekanan mayoritas sektor, sektor properti justru menjadi penguat teratas setelah naik 1,51 persen. Sektor infrastruktur juga masih mampu bertahan di zona positif dengan kenaikan 0,82 persen.

Pergerakan tersebut berlangsung dengan aktivitas transaksi yang cukup besar. Hingga sesi I berakhir, volume perdagangan saham mencapai 21,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,34 triliun.

Pada kelompok saham yang tergabung dalam indeks LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan penguatan terbesar hingga sesi I, yakni 5,77 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 2,94 persen dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 2,61 persen.

Sebaliknya, tekanan terbesar di jajaran LQ45 dialami PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan penurunan 4,62 persen. Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyusul dengan koreksi 3,64 persen, sedangkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,86 persen.

Komposisi perdagangan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan IHSG pada paruh pertama perdagangan belum sepenuhnya merata. Sejumlah saham dan sektor masih mampu bergerak positif, tetapi kekuatan tersebut belum cukup untuk mengimbangi penurunan yang terjadi pada mayoritas sektor.

Investor selanjutnya akan mencermati arah perdagangan pada sesi II untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda. Perubahan posisi sektor-sektor utama dan saham berkapitalisasi besar akan menjadi salah satu faktor yang menentukan pergerakan IHSG hingga akhir perdagangan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *