IHSG Naik 0,37% di Awal Perdagangan, Sektor Keuangan Jadi Penopang
JAKARTA – Saham-saham sektor keuangan dan infrastruktur menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/08/2026). Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG naik 24,17 poin atau 0,37% ke level 6.522,73.
Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan tersebut berlangsung cukup merata. Sebanyak 290 saham tercatat menguat, sedangkan 136 saham melemah dan 239 saham lainnya bergerak stagnan.
Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau. Dari sejumlah sektor yang menguat, sektor keuangan mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 0,62%. Setelah itu, indeks sektor infrastruktur meningkat 0,61%, sedangkan sektor properti bertambah 0,48%.
Kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar turut memberikan dorongan terhadap pergerakan IHSG. Kondisi tersebut tercermin dari daftar saham dengan kenaikan terbesar dalam indeks LQ45 pada awal sesi perdagangan.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di LQ45, yakni 1,45%. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 1,27% dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 1,11%.
Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 masih berada di bawah tekanan sehingga menahan laju penguatan pasar secara lebih besar. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 1,82%.
Selain KLBF, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terkoreksi 1,33%. Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 0,97%.
Aktivitas transaksi juga cukup tinggi pada awal perdagangan. Hingga pukul 09.00 WIB, volume perdagangan saham di BEI mencapai sekitar 1,49 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp702,99 miliar.
Pergerakan IHSG pada awal sesi tersebut menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar domestik, terutama dari saham-saham sektor keuangan, infrastruktur, dan properti. Kenaikan pada sektor-sektor tersebut membantu menjaga IHSG tetap berada di jalur penguatan meskipun beberapa saham unggulan masih mengalami koreksi.
Data pembukaan perdagangan ini sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (21/08/2026), juga memperlihatkan adanya perbedaan kinerja antar-emiten di dalam indeks LQ45. Sejumlah saham perbankan dan konsumer menguat, sementara saham farmasi, peternakan, dan makanan masih menghadapi tekanan jual.
Dengan kondisi tersebut, arah pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan selanjutnya akan dipengaruhi kemampuan saham-saham berkapitalisasi besar mempertahankan penguatan. Investor juga akan mencermati perkembangan transaksi dan pergerakan indeks sektoral untuk melihat keberlanjutan tren positif pasar saham domestik hingga penutupan perdagangan. []
Redaksi01
