IHSG Menguat 1,93 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 11.449 Triliun

JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat tajam sepanjang perdagangan 18-21 Agustus 2026. Kenaikan paling mencolok terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang melonjak 47,90 persen menjadi 50,30 miliar lembar saham, meski posisi investor asing sepanjang tahun masih mencatatkan jual bersih hingga Rp70,64 triliun.

Data BEI menunjukkan peningkatan aktivitas tersebut berlangsung bersamaan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama empat hari perdagangan dalam periode tersebut, IHSG naik 1,93 persen ke level 6.525,690 dari posisi 6.401,888 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan lonjakan volume transaksi menjadi pertumbuhan tertinggi di antara sejumlah indikator aktivitas perdagangan saham selama sepekan.

“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 47,90 persen menjadi 50,30 miliar lembar saham dari 34,01 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar melalui keterangannya, sebagaimana dikutip Kumparan, Sabtu (22/08/2026).

Kenaikan volume transaksi tersebut menunjukkan perdagangan saham berlangsung lebih aktif dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga bertambah 5,52 persen menjadi 2,21 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,09 juta kali transaksi.

Di sisi nilai transaksi, rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 2,36 persen. Nilainya mencapai Rp15,57 triliun per hari, naik dari Rp15,21 triliun pada pekan sebelumnya.

Peningkatan berbagai indikator tersebut turut diikuti pertumbuhan kapitalisasi pasar. BEI mencatat kapitalisasi pasar pada akhir periode perdagangan mencapai Rp11.449 triliun, naik 1,83 persen dibandingkan Rp11.243 triliun pada pekan sebelumnya.

Penguatan IHSG dan kenaikan kapitalisasi pasar menjadi gambaran bahwa pasar saham domestik mendapatkan dorongan positif selama periode perdagangan tersebut. Namun, arus dana investor asing masih menjadi salah satu catatan penting dalam membaca kondisi pasar secara lebih luas.

Pada perdagangan terakhir dalam periode tersebut, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp974,58 miliar. Meski demikian, posisi kumulatif investor asing sepanjang 2026 masih menunjukkan nilai jual bersih yang besar.

“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp 974,58 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 70,64 triliun,” ujar Kautsar.

Dengan demikian, penguatan IHSG selama sepekan belum sepenuhnya mencerminkan perubahan arah arus dana asing secara tahunan. Di tengah meningkatnya volume, frekuensi, dan nilai transaksi, investor masih perlu mencermati keberlanjutan penguatan indeks serta pola transaksi investor asing pada perdagangan berikutnya.

Aktivitas perdagangan yang semakin ramai menjadi modal penting bagi pasar saham domestik, tetapi kesinambungan penguatan IHSG akan tetap bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan likuiditas dan menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar keuangan global maupun domestik. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *