100 UMKM Sukodono Dibekali AI untuk Perluas Pasar
SIDOARJO – Penguatan literasi teknologi menjadi fokus rangkaian kegiatan sosial yang digelar Bikers FKPPI Motherland (BFM) Jawa Timur bersama Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukodono, Sidoarjo, dengan menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga unsur masyarakat di bidang pendidikan. Kegiatan selama dua hari tersebut tidak hanya mengenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan keamanan dan kesehatan berinternet.
Hari pertama kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Sukodono, Rabu (26/08/2026), diikuti sekitar 100 pelaku UMKM. Materi diarahkan pada pemanfaatan AI dan digitalisasi sebagai sarana untuk memperkuat pemasaran, membangun merek, serta memperluas jangkauan konsumen.
Pelatihan tersebut menghadirkan Arifin, Founder Sohib Digital, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung dalam pengembangan usaha, terutama untuk menghadapi perubahan pola pemasaran yang semakin bergeser ke kanal digital.
Camat Sukodono Inneke Dwi Setiawati menilai peningkatan kemampuan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan usahanya.
“Semoga para peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini. Belajar dari mentor yang ada dan bisa membantu UMKM untuk makin naik kelas,” ujar Inneke, sebagaimana dilansir Jatimnow, Rabu (26/08/2026).
Menurut dia, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara tepat. Bagi pelaku UMKM, penguasaan teknologi dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas sekaligus membantu mereka menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa agenda pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pengenalan teknologi untuk kepentingan bisnis. BFM Jawa Timur juga menempatkan edukasi digital sebagai bagian dari kegiatan sosial yang menyasar kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Sekretaris BFM Jawa Timur (Sekretaris BFM Jatim) Vera Emylia Setio Waskito mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Acara ini diselenggarakan selama dua hari. Sesuai dengan tujuan kami, kami ingin berbuat dan mengabdi kepada bangsa dan negara serta ikut berperan aktif bagi masyarakat,” kata Vera.
Ia menjelaskan BFM merupakan komunitas bikers yang beranggotakan anak-anak TNI/Polri dan purnawirawan. Selain aktivitas touring, komunitas tersebut mengembangkan kegiatan sosial sebagai bagian dari aktivitas mereka.
“BFM ini komunitas bikers anak-anak TNI/Polri dan purnawirawan yang senang sekali dengan touring, yaitu touring sosial,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Kamis (27/08/2026) dengan tema “Cybersecurity, Internet Sehat, Internet Aman”. Pelatihan hari kedua menghadirkan Koko Mahargyo, Ketua Umum (Ketum) Markas UKM, sebagai pemateri.
Sekitar 100 peserta dijadwalkan mengikuti sesi kedua tersebut. Peserta berasal dari unsur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa serta Komite Sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Sukodono. Materi keamanan digital diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan internet sekaligus mendorong penggunaan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.
Selain pelatihan, panitia menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang didukung Rumah Sakit (RS) Assakinah. Kegiatan sosial tersebut memperluas manfaat acara sehingga tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan digital, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.
Pada hari pertama, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan, termasuk pembagian puluhan doorprize dari sponsor, di antaranya GoJo dan Bank Mandiri. Panitia turut menyediakan makan bersama, sajian dawet gratis dari PT Santos, serta kuliner khas Sidoarjo berupa lontong kupang.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menempatkan teknologi sebagai alat yang dapat digunakan untuk kebutuhan nyata. Bagi pelaku UMKM, kemampuan memanfaatkan AI dan kanal digital diharapkan membantu produk lebih mudah ditemukan konsumen, memperkuat identitas usaha, dan membuka peluang pasar baru. Sementara itu, edukasi keamanan digital menjadi bekal bagi masyarakat agar perkembangan teknologi dapat diikuti dengan penggunaan internet yang sehat dan aman. []
Redaksi01
