Catat Lokasinya, Pasar Murah Pemprov Riau Hadir hingga 4 September
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjadwalkan operasi pasar murah di lima lokasi hingga 4 September 2026 untuk menjaga keterjangkauan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Kegiatan yang melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah itu digelar di empat titik di Kota Pekanbaru dan satu titik di Kabupaten Kampar.
Operasi pasar murah dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026, di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay mengatakan kegiatan pasar murah akan berlangsung secara bergilir di sejumlah wilayah. “Operasi pasar murah Pemprov Riau hari ini akan dimulai di Kota Pekanbaru. Tepatnya di Halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat,” kata Ade, Senin (31/08/2026).
Lokasi berikutnya berada di halaman Kantor Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, pada Selasa, 1 September 2026. Setelah itu, operasi pasar murah dijadwalkan berlangsung di halaman Pasar Inpres Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Rabu, 2 September 2026.
“Selanjutnya pada Kamis, 3 September di Jalan Belanak Induk Lapangan Fasum RT 01 RW 16 Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai,” katanya.
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup pada Jumat, 4 September 2026, di halaman Kantor Lurah Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Dengan pola pelaksanaan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, masyarakat di sejumlah kawasan diharapkan memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan.
Sejumlah komoditas yang disediakan dalam operasi pasar murah tersebut meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp60.000 per lima kilogram. Beras Anak Daro dan beras Sokan dijual Rp169.000 per 10 kilogram, sedangkan kemasan lima kilogram dipasarkan seharga Rp84.500.
Komoditas lain yang tersedia antara lain gula pasir seharga Rp18.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.500 per bungkus. Selain itu, garam Krista dijual Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta telur seharga Rp49.000 per papan.
Ade mengatakan penyelenggaraan operasi pasar murah merupakan langkah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah. “Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” sebutnya, sebagaimana dilansir Riauaktual, Senin, (31/08/2026).
Masyarakat yang akan berbelanja dalam kegiatan tersebut diminta mengikuti ketentuan selama pelaksanaan operasi pasar murah. Penyelenggara mengharapkan warga datang sesuai waktu kegiatan dan mengantre secara tertib agar pelayanan dapat berlangsung lancar.
“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan operasi pasar murah di lima titik tersebut, Pemprov Riau berharap akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap terjaga. Program ini juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memperlancar distribusi pangan di Pekanbaru serta Kampar. []
Redaksi01
