GPM Polsek Belakang Padang Diserbu Warga, 2,1 Ton Beras Habis

BATAM – Sebanyak 2,1 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam saat Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Markas Komando (Mako) Kepolisian Sektor (Polsek) Belakang Padang, Senin (31/08/2026). Tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Sebanyak 420 karung beras SPHP berukuran 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp56.500 per karung ludes pada pukul 10.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kegiatan pasar murah tersebut telah dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan digelar untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau.

GPM merupakan hasil sinergi Polsek Belakang Padang dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kegiatan tersebut menyasar masyarakat Kecamatan Belakang Padang sebagai bagian dari upaya menjaga akses warga terhadap kebutuhan pangan pokok.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Belakang Padang Rio Ardian memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut bersama jajaran personel Polsek Belakang Padang. Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga yang telah ditetapkan penyelenggara.

Rio menjelaskan, penyelenggaraan GPM menjadi salah satu bentuk kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Perum Bulog dalam mendukung ketersediaan serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir.

“Gerakan Pangan Murah ini hadir sebagai bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif lebih miring. Langkah ini juga menjadi upaya bersama dalam menjaga kestabilan harga beras di pasaran,” kata Rio saat dikonfirmasi, sebagaimana dilansir Metrobatam, Senin, (31/08/2026).

Cepatnya penjualan seluruh stok menjadi perhatian dalam pelaksanaan GPM tersebut. Dalam waktu kurang dari dua jam, seluruh beras yang disediakan telah berpindah ke tangan masyarakat yang mendatangi lokasi kegiatan.

Program pasar murah ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan manfaat langsung bagi daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah menjaga stabilitas harga pangan. Keterjangkauan harga bahan pokok dinilai penting untuk membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Kolaborasi antara Polri dan Perum Bulog juga menjadi salah satu bentuk pendekatan lintas lembaga dalam merespons kebutuhan pangan di tingkat masyarakat.

Sejumlah warga yang datang ke lokasi menyambut positif pelaksanaan pasar murah tersebut. Antusiasme masyarakat yang membuat seluruh stok beras habis terjual dalam waktu singkat turut mendorong harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak warga.

Ke depan, pelaksanaan GPM secara berkelanjutan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kecamatan Belakang Padang. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *