50 UMKM Kendari Dilatih Foto Produk untuk Rebut Pasar Digital

KENDARI – Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat pelatihan fotografi produk untuk memperkuat daya saing usaha di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital. Pelatihan tersebut digelar Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Sultra melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Pelatihan yang berlangsung di Kendari pada Rabu (02/09/2026) diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam menyajikan produk secara lebih menarik melalui fotografi. Penguatan kemampuan visual dinilai penting karena foto produk menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat konsumen saat berbelanja secara daring.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan UMKM Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari, Machlil, menilai pelatihan tersebut dapat mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal. Ia mengatakan perkembangan usaha di Kendari berlangsung cukup pesat sehingga peningkatan kompetensi, termasuk dalam penyajian visual produk, menjadi kebutuhan bagi UMKM yang ingin memperluas pasar.

“Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Pelaku UMKM memang harus terus diberikan pelatihan agar produk yang mereka hasilkan terlihat menarik dan mampu memikat minat konsumen,” ujar Machlil.

Program tersebut menempatkan kemampuan fotografi sebagai salah satu bagian dari strategi pemasaran digital. Pelaku UMKM tidak hanya didorong menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami cara menampilkan produk secara menarik agar lebih mudah dikenal dan dipertimbangkan calon konsumen.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sultra, Zabur Karuru, mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi alasan pentingnya peningkatan kemampuan visual bagi pelaku usaha. Menurutnya, masyarakat kini semakin sering melakukan transaksi melalui layanan daring sehingga tampilan produk memiliki peran besar dalam proses pemasaran.

“Hampir 70 persen masyarakat saat ini bertransaksi secara daring. Di era visual ini, konsumen membeli karena melihat foto produk terlebih dahulu. Meskipun produknya enak atau bagus, jika sajian gambarnya tidak menarik, konsumen enggan membeli,” ucap Zabur.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut mengajarkan peserta memanfaatkan peralatan dan fasilitas sederhana yang tersedia di rumah untuk menghasilkan foto produk yang estetik dan memiliki nilai jual. Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas materi promosi tanpa harus bergantung pada perlengkapan fotografi yang mahal.

Selain pelatihan, para peserta juga didorong membangun ekosistem usaha lokal melalui kerja sama antarpelaku UMKM. ANTARA Biro Sultra turut menyatakan kesiapan untuk mendukung keberlanjutan promosi melalui publikasi media serta penyediaan ruang pemasaran produk UMKM di kawasan kantor biro.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pemasaran digital bagi UMKM di Kendari, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (02/09/2026). Kolaborasi antara LKBN ANTARA dan Pemkot Kendari diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal sekaligus membantu pelaku usaha menyesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan perilaku konsumen di era digital. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *