ASDP Tambah Kapasitas Dermaga Gilimanuk, Kini Mampu Layani Beban 50 Ton
NEGARA – Penguatan kapasitas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terus dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui peningkatan daya dukung Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dari 30 ton menjadi 50 ton. Langkah ini diharapkan menambah pilihan pelayanan kendaraan berkapasitas besar sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur strategis Jawa–Bali.
Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk menjadi bagian dari investasi jangka panjang ASDP untuk memperkuat keandalan layanan penyeberangan. Dengan kapasitas yang lebih besar, pengaturan operasional kapal dan kendaraan diharapkan dapat dilakukan lebih fleksibel, terutama saat volume perjalanan meningkat.
Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperkuat infrastruktur penyeberangan antarpulau.
“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali,” ujar Heru.
Pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah dimulai pada 21 Agustus 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, pola operasi penyeberangan disesuaikan melalui koordinasi antara ASDP, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga pelayanan tetap berjalan.
Pengembangan fasilitas di sisi Bali itu juga dilakukan secara terintegrasi dengan peningkatan infrastruktur di sisi Jawa, yakni Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi. Fasilitas tersebut tengah dikembangkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen dengan kapasitas hingga 50 ton.
Kesamaan kapasitas pada kedua sisi lintasan diharapkan memperluas fleksibilitas operasional, khususnya dalam pengaturan kendaraan berkapasitas besar. Selama ini, pelayanan kendaraan logistik dengan kapasitas besar antara lain didukung oleh Dermaga MB 4 dan Landing Craft Mechanized (LCM).
Penambahan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk nantinya diharapkan menjadi alternatif pelayanan ketika terjadi peningkatan volume kendaraan maupun pada periode perjalanan yang padat. ASDP menilai bertambahnya fasilitas yang mampu menangani kendaraan berkapasitas besar dapat memperkuat ketahanan operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk.
General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan sebanyak 26 kapal saat ini mendukung pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan, kesiapan kapal dan dermaga, serta faktor cuaca dan kondisi perairan.
“Saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” jelas Media.
Selain mengatur pola operasi kapal, ASDP juga melakukan pengelolaan arus kendaraan di kawasan pelabuhan dan akses menuju pelabuhan. Area Bulusan disiapkan sebagai buffer zone atau kawasan penyangga apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengaturan tambahan.
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih berlangsung dinamis. Perubahan volume kendaraan serta kondisi arus laut turut memengaruhi proses sandar kapal dan kegiatan bongkar muat.
ASDP memastikan setiap penyesuaian operasional tetap mengutamakan keselamatan. Pemantauan arus kendaraan, optimalisasi pola operasi kapal, dan penggunaan kawasan penyangga dilakukan bersama regulator serta kepolisian guna menjaga kelancaran layanan.
“Pengembangan infrastruktur ini kami lakukan untuk membangun kapasitas pelayanan yang lebih kuat ke depan. Selama proses berlangsung, fokus kami adalah menjaga pelayanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia,” katanya.
Masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Jawa–Bali diimbau memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi layanan sebelum melakukan perjalanan. Informasi operasional dapat diperoleh melalui Pusat Layanan ASDP 191.
Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan pengembangan fasilitas di Ketapang diharapkan memperkuat fleksibilitas layanan pada salah satu lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia. Penguatan infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau secara lebih aman, andal, dan efisien, sebagaimana diberitakan Rri, Rabu (02/09/2026). []
Redaksi01
