Update Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp78.100 per Kg, Telur Ayam Rp29.550
MAKASSAR – Harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih berada pada level tinggi, dengan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas termahal setelah mencapai Rp78.100 per kilogram (kg), berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Rabu (02/09/2026).
Data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) dan dipantau di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA), juga mencatat harga telur ayam ras berada di angka Rp29.550 per kg. Informasi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan masih perlu mendapat perhatian, terutama pada bahan pangan yang harganya berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, harga cabai merah keriting tercatat Rp70.400 per kg. Sementara cabai merah besar dijual dengan harga Rp47.300 per kg dan cabai rawit hijau Rp43.750 per kg.
Harga bawang merah tercatat Rp42.600 per kg, sedangkan bawang putih berada di level Rp39.750 per kg. Pergerakan harga kelompok bumbu dapur tersebut menjadi bagian dari pemantauan harga pangan strategis secara nasional sebagaimana dilansir Antara, Rabu (02/09/2026).
Untuk kelompok beras, PIHPS Nasional mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp15.300 per kg dan beras kualitas bawah II Rp14.750 per kg. Adapun beras kualitas medium I berada di level Rp16.600 per kg, sedangkan beras kualitas medium II dijual Rp16.150 per kg.
Harga beras kualitas super juga berada pada tingkat yang lebih tinggi. Beras kualitas super I tercatat Rp17.700 per kg dan kualitas super II sebesar Rp17.150 per kg.
Sementara itu, daging ayam ras segar dijual Rp41.000 per kg. Harga daging sapi kualitas I tercatat Rp145.500 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II berada pada Rp141.150 per kg.
Pada kelompok bahan pangan lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.150 per kg. Harga gula pasir lokal berada di angka Rp19.250 per kg.
Komoditas minyak goreng juga menunjukkan perbedaan harga berdasarkan jenis dan kemasannya. Minyak goreng curah tercatat Rp20.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I sebesar Rp25.200 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II mencapai Rp23.100 per liter.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi harga berbagai kebutuhan pangan strategis yang diperdagangkan di tingkat eceran secara nasional. Pemantauan harga secara berkala menjadi penting untuk melihat perkembangan biaya kebutuhan masyarakat serta menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pangan. []
Redaksi01
