IHSG Sesi I Melemah ke 6.581, Transaksi Saham Tetap Rp9,92 Triliun

JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap ramai meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan, Rabu (02/09/2026). Nilai transaksi mencapai Rp9,92 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 32,98 miliar lembar saham, sementara indeks melemah 18,5 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.581,45.

Frekuensi transaksi pada sesi pertama tercatat sebanyak 1,53 juta kali. Tingginya aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan pergerakan saham masih berlangsung dinamis di tengah tekanan yang juga melanda sejumlah bursa utama di kawasan Asia.

Saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menjadi salah satu emiten dengan penguatan tertinggi setelah naik 29,41 persen atau 25 poin ke level 110. Posisi berikutnya ditempati PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang menguat 25 persen atau 54 poin menjadi 270.

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) juga mencatat kenaikan 24,54 persen atau 80 poin ke level 406. Selain itu, saham PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) meningkat 22,22 persen menjadi 110, sedangkan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 21,69 persen menjadi 202.

Di tengah penguatan sejumlah saham tersebut, beberapa emiten justru mengalami tekanan cukup besar. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) tercatat sebagai salah satu saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 9,29 persen atau 26 poin ke level 254.

Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 7,75 persen menjadi 1.190, sementara PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 6,98 persen ke posisi 120. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) juga merosot 5,81 persen menjadi 454 dan PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) terkoreksi 5,43 persen ke level 10.875.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp468,34 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan nilai transaksi Rp433,42 miliar, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan transaksi Rp422,67 miliar.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat nilai transaksi Rp364,57 miliar, sementara PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencapai Rp325,70 miliar. Aktivitas tersebut memperlihatkan saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi salah satu pusat perhatian pelaku pasar.

Dari sisi volume, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatat perdagangan sebanyak 15,64 juta lembar saham. KOTA berada di posisi berikutnya dengan 14,38 juta lembar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 14,37 juta lembar.

Tekanan terhadap IHSG juga terjadi ketika sejumlah bursa Asia bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,15 persen ke 66.215,34, Hang Seng Hong Kong melemah 0,80 persen ke 25.129, dan SSE Composite China turun 0,16 persen menjadi 3.979,89.

Indeks Straits Times Singapura turut bergerak di zona negatif dengan penurunan 0,07 persen ke level 5.706,64. Pergerakan serentak bursa regional tersebut menambah sentimen negatif yang membayangi perdagangan saham domestik.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terpantau melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.783 per dolar AS.

Pergerakan IHSG, saham-saham aktif, bursa Asia, dan nilai tukar rupiah tersebut dihimpun dari data perdagangan sebagaimana dilansir Kumparan, Rabu (02/09/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih menghadapi pergerakan yang dinamis, dengan penguatan sejumlah saham belum cukup untuk mengangkat IHSG keluar dari zona merah pada sesi pertama. Perkembangan perdagangan pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian pasar, terutama untuk melihat apakah tekanan regional dan pelemahan rupiah masih berlanjut atau justru dapat diimbangi oleh penguatan saham-saham domestik. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *