GPM Manokwari Jadi Upaya Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga
MANOKWARI – Upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat kembali dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Pemancar Papua Barat, Rabu (02/09/2026). Sejumlah bahan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran sebagai langkah membantu masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan GPM secara serentak di 34 stasiun TVRI di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Ke-64 TVRI.
Pelaksanaan pasar pangan murah di Manokwari melibatkan LPP TVRI Papua Barat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), distributor lokal, serta pelaku usaha.
Beragam komoditas disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, gula, minyak goreng, bawang, cabai, hingga telur. Sejumlah harga yang ditawarkan meliputi bawang putih Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, beras Mubarok kemasan lima kilogram Rp118.000, minyak goreng Bimoli dua liter Rp50.000, cabai besar dan cabai rawit Rp55.000 per kilogram, serta telur lokal Rp75.000 per rak.
Sementara itu, Perum Bulog menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan lima kilogram seharga Rp60.000, beras premium kemasan 10 kilogram Rp154.000, gula pasir Rp19.000 per kilogram, minyak goreng Kita kemasan satu liter Rp15.000, serta minyak goreng kemasan lima liter Rp110.000.
Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Nency Wyzer membuka kegiatan tersebut mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Pemerintah daerah menilai GPM menjadi salah satu langkah untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini juga bagian dari komitmen kita bersama dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Papua Barat,” jelas Nency.
Menurut dia, pelaksanaan GPM juga mencerminkan sinergi antara Pemprov Papua Barat, LPP TVRI Papua Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Bapanas, serta distributor lokal dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Kepala LPP TVRI Papua Barat Lenny Sinay mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan lembaga penyiaran publik dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain menjalankan fungsi penyebarluasan informasi dan edukasi, TVRI juga berupaya membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang diwakili Ibu Staf Ahli Gubernur, serta para pelaku usaha yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Kami berharap GPM di lingkungan TVRI Papua Barat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat sekitar,” ujar Lenny.
Pelaksanaan GPM di Manokwari tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga memperkuat kerja sama antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan tekanan inflasi di Papua Barat, sebagaimana diberitakan Klikpapua, Rabu (02/09/2026). Keberlanjutan program serupa diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga yang stabil. []
Redaksi01
