IPO SWAP Ditunda, Belum Kantongi Pernyataan Efektif OJK

JAKARTA – Rencana PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) menghimpun dana hingga Rp45,22 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) mengalami penundaan setelah perseroan belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 1 September 2026.

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima surat permohonan penundaan pelaksanaan rencana IPO SWAP yang disampaikan perseroan pada 1 September 2026. Penundaan tersebut membuat agenda penawaran umum perdana saham yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 2-8 September 2026 berpotensi mengalami perubahan.

SWAP merupakan anak usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri atau Gama Multi Group, sebuah perusahaan induk dan investasi milik Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum mengajukan penundaan, perseroan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp45,22 miliar dari pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan bursa telah menerima permohonan resmi dari SWAP terkait penundaan pelaksanaan rencana penawaran umum perdana saham tersebut.

“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (02/09/2026).

Menurut Saidu, alasan penundaan berkaitan dengan belum diperolehnya Pernyataan Efektif dari OJK hingga batas waktu yang disebutkan dalam surat permohonan perseroan. Informasi tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (02/09/2026).

“Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum,” ungkap Saidu.

Selain belum memperoleh Pernyataan Efektif, penundaan juga berkaitan dengan masa berlaku laporan keuangan yang digunakan dalam proses IPO. SWAP menggunakan laporan keuangan per 28 Februari 2026, sedangkan dokumen tersebut hanya berlaku hingga 31 Agustus 2026.

Sebelumnya, SWAP berencana menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik. Jumlah tersebut mewakili maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO.

Dalam proses pembentukan harga awal atau bookbuilding, perseroan menetapkan kisaran harga penawaran Rp130 hingga Rp140 per saham. Masa bookbuilding telah dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Agustus 2026, dengan target dana yang dapat dihimpun mencapai Rp45,22 miliar.

Sebelum pengajuan penundaan, SWAP juga telah menjadwalkan sejumlah tahapan menuju pencatatan perdana saham di pasar modal. Masa penawaran umum direncanakan berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan saham pada 8 September dan distribusi saham pada 9 September 2026.

Perseroan sebelumnya menargetkan pencatatan perdana saham atau melantai di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026. Namun, pengajuan penundaan tersebut membuka kemungkinan adanya penyesuaian terhadap jadwal tahapan IPO berikutnya.

Perubahan jadwal pelaksanaan IPO SWAP selanjutnya akan bergantung pada pemenuhan persyaratan yang diperlukan, termasuk diperolehnya Pernyataan Efektif dari OJK. Kejelasan tahapan berikutnya menjadi perhatian calon investor karena akan menentukan kelanjutan rencana SWAP memasuki pasar modal Indonesia dan merealisasikan target penghimpunan dana yang telah ditetapkan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *