IHSG Sesi I Naik 67,79 Poin, BUMI Pimpin Nilai Transaksi
JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada paruh pertama perdagangan Kamis, 3 September 2026, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,02 persen. Penguatan indeks berlangsung bersamaan dengan nilai transaksi yang telah mendekati Rp10 triliun dan volume perdagangan mencapai puluhan miliar saham.
Berdasarkan data Stockbit, IHSG bertambah 67,79 poin menjadi 6.663,56 hingga penutupan Sesi I. Nilai transaksi tercatat Rp9,96 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 23,56 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 1,45 juta kali.
Besarnya aktivitas transaksi tersebut menunjukkan perdagangan berlangsung cukup ramai pada paruh pertama sesi. Pergerakan indeks juga ditopang oleh kenaikan sejumlah saham dengan persentase yang cukup signifikan.
Dari kelompok saham dengan kenaikan terbesar, Griptha Putra Persada dengan kode GRPH memimpin setelah harganya bertambah 24 poin atau 25 persen menjadi Rp120 per saham. Guna Timur Raya dengan kode TRUK menyusul dengan kenaikan 215 poin atau 25 persen ke level Rp1.075.
Pakuan dengan kode UANG juga mencatat penguatan 640 poin atau 24,90 persen menjadi Rp3.210. Charnic Capital berkode NICK naik 485 poin atau 24,81 persen ke Rp2.440, sedangkan Indomobil Multi Jasa berkode IMJS meningkat 33 poin atau 19,53 persen menjadi Rp202.
Namun, penguatan IHSG tidak terjadi secara merata di seluruh saham. Sejumlah emiten justru mengalami tekanan cukup dalam selama perdagangan paruh pertama.
Bekasi Asri Pemula berkode BAPA menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 20 poin atau 12,74 persen ke Rp137. Global Digital Niaga berkode BELI terkoreksi 46 poin atau 11,33 persen menjadi Rp360.
Wilton Makmur Indonesia berkode SQMI turun 10 poin atau 9,90 persen ke Rp91. Inter-Delta dengan kode INTD melemah 28 poin atau 9,66 persen menjadi Rp262, sementara Graha Prima Mentari berkode GRPM turun 18 poin atau 9,52 persen ke Rp171.
Pergerakan nilai transaksi juga terkonsentrasi pada sejumlah saham. Bumi Resources berkode BUMI mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp634,87 miliar. Petrindo Jaya Kreasi berkode CUAN berada berikutnya dengan nilai Rp596,40 miliar.
Bank Mandiri (Persero) berkode BMRI membukukan transaksi Rp492,88 miliar, disusul Bank Rakyat Indonesia (Persero) berkode BBRI dengan Rp442,65 miliar. Singaraja Putra berkode SINI melengkapi lima besar dengan nilai transaksi Rp265,99 miliar.
Dari sisi volume, BUMI juga menjadi saham dengan perdagangan terbanyak, mencapai 29,98 juta lembar. Wahana Interfood Nusantara berkode COCO mencatat volume 16,89 juta lembar, diikuti Karya Pacific Energy berkode IATA dan Bakrie & Brothers berkode BNBR yang masing-masing diperdagangkan sebanyak 9,39 juta lembar. Indo Acidatama berkode SRSN mencatat volume 7,99 juta lembar.
Penguatan IHSG juga berlangsung sejalan dengan kecenderungan positif sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan siang. Berdasarkan data Stockbit dan Yahoo Finance, Nikkei 225 Jepang naik 0,22 persen ke 64.468, Hang Seng Hong Kong menguat 0,31 persen ke 25.389,5, sedangkan SSE Composite China bertambah 0,53 persen menjadi 3.962,17.
Sementara itu, indeks Straits Times Singapura meningkat 0,61 persen ke 5.779,15. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif juga terlihat di sejumlah pasar saham kawasan Asia pada perdagangan hari yang sama.
Pergerakan IHSG hingga akhir Sesi I dengan demikian tidak hanya mencerminkan kenaikan indeks secara agregat, tetapi juga tingginya aktivitas jual beli pada sejumlah saham. Konsentrasi transaksi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan tingginya volume perdagangan menjadi bagian penting dari dinamika pasar domestik pada perdagangan Kamis, sebagaimana diberitakan Kumparan, Kamis, (03/09/2026). []
Redaksi01
