Harga Pangan Gorontalo 7 September: Cabai Rawit Tembus Rp123.750
GORONTALO – Harga sejumlah kebutuhan pangan di Gorontalo masih berada pada level tinggi pada Senin (07/09/2026), dengan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mencatat harga paling mencolok. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata cabai rawit merah mencapai Rp123.750 per kilogram.
Tingginya harga cabai rawit merah menempatkan komoditas tersebut sebagai salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi dalam daftar komoditas yang tersedia untuk wilayah Gorontalo pada hari tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat karena cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur yang umum digunakan dalam konsumsi sehari-hari.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting juga berada pada level cukup tinggi, yakni Rp87.500 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp45.000 per kilogram dan bawang putih ukuran sedang mencapai Rp40.650 per kilogram.
Tekanan harga juga terlihat pada sejumlah komoditas pangan lainnya. Beras kualitas medium II dijual dengan harga rata-rata Rp16.250 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I mencapai Rp17.100 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah komoditas pangan lainnya. Daging sapi kualitas I berada di level Rp148.750 per kilogram, sementara daging sapi kualitas II mencapai Rp150.000 per kilogram.
Harga daging ayam ras segar juga masih berada di atas Rp30 ribu per kilogram. Komoditas tersebut tercatat memiliki harga rata-rata Rp31.750 per kilogram.
Untuk kebutuhan pemanis, harga gula pasir premium berada pada level Rp20.000 per kilogram. Adapun gula pasir lokal tercatat sedikit lebih mahal, yakni Rp20.500 per kilogram.
Perbedaan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng curah tercatat Rp22.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp31.450 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek II berada sedikit di bawahnya dengan harga Rp31.100 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar tercatat Rp34.300 per kilogram. Angka tersebut menambah daftar kebutuhan pangan utama yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menyusun pengeluaran rumah tangga.
Data harga tersebut sebagaimana diberitakan Tribungorontalo, Senin (07/09/2026), mengacu pada PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) melalui sistem informasi harga pangan. PIHPS menghimpun dan menyebarluaskan perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam pencatatan harga pasar tradisional, BI melakukan survei harian pada hari kerja, yakni Senin hingga Jumat. Pengumpulan data dilakukan sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan mengambil harga eceran dari pedagang dan konsumen.
Setiap pasar tradisional yang menjadi sampel menggunakan dua pedagang untuk masing-masing komoditas. Pedagang yang menjadi sumber data dipilih secara panel atau tetap guna menjaga kesinambungan pencatatan harga. Salah satu kriterianya adalah pedagang berjualan di lokasi tetap serta memiliki aktivitas penjualan yang relatif besar.
Untuk data tingkat provinsi, harga yang ditampilkan merupakan rata-rata harga komoditas dari seluruh kabupaten/kota yang masuk dalam cakupan survei. Dengan demikian, angka yang tercantum untuk Gorontalo merupakan gambaran rata-rata berdasarkan wilayah yang menjadi sampel pencatatan.
Pada 7 September 2026, sejumlah komoditas belum memiliki data harga dalam sistem, termasuk beberapa jenis beras dan cabai rawit hijau. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak seluruh komoditas tersedia datanya dalam pencatatan pada hari yang sama.
Perubahan harga pangan dapat berlangsung dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketersediaan pasokan, permintaan masyarakat, kelancaran distribusi hingga kondisi produksi di daerah penghasil. Karena itu, harga yang tercatat pada satu hari dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi pasar.
Bagi masyarakat, perkembangan harga tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pemantauan harga dapat membantu konsumen menyesuaikan anggaran, terutama ketika sejumlah komoditas mengalami kenaikan atau berada pada level yang relatif tinggi. []
Redaksi01
