Bank Kalteng Raup Laba Rp270,09 Miliar hingga Agustus 2026

PALANGKA RAYA – Pertumbuhan dana murah dan penyaluran kredit menjadi penopang kinerja Bank Kalteng sepanjang 2026. Hingga 31 Agustus 2026, rasio dana murah atau current account savings account (CASA) bank tersebut mencapai 76,82 persen, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan menembus Rp12,29 triliun.

Direktur Utama (Dirut) Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan, capaian tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp270,09 miliar per 31 Agustus 2026. Nilai itu meningkat 12,34 persen dibandingkan posisi Juli 2026 dan tumbuh 1,79 persen secara tahunan.

“Meningkat 12,34 persen dibandingkan Juli 2026, atau tumbuh 1,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Maslipansyah di Palangka Raya, Selasa (22/09/2026), sebagaimana dilansir Antara.

Sebagai pembanding, laba bersih Bank Kalteng pada 31 Juli 2026 tercatat sebesar Rp240,41 miliar. Kenaikan tersebut menunjukkan kinerja bank tetap bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global, tekanan suku bunga, serta persaingan dalam memperebutkan likuiditas perbankan.

Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan Bank Kalteng per 31 Agustus 2026 tumbuh 8,91 persen secara tahunan menjadi Rp12,29 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa fungsi penyaluran dana ke sektor ekonomi tetap berjalan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pada saat yang sama, CASA Bank Kalteng meningkat menjadi 76,82 persen dari 73,57 persen pada Agustus 2025. Artinya, rasio dana murah tersebut bertambah 3,25 poin persentase dalam setahun.

Peningkatan CASA memberikan ruang bagi Bank Kalteng untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat kemampuan menjalankan fungsi intermediasi. Kondisi itu menjadi bagian dari strategi bank dalam menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas aset secara prudent.

“Kami memastikan ekspansi bisnis tetap disertai pengelolaan risiko dan prinsip kehati-hatian agar kinerja yang dicapai sehat dan berkelanjutan,” tegas Maslipansyah.

Menurutnya, pertumbuhan laba yang dicapai hingga Agustus 2026 memperkuat keyakinan manajemen terhadap kesinambungan bisnis Bank Kalteng. Namun, pertumbuhan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan likuiditas dan permodalan.

Bank Kalteng selanjutnya akan menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, kecukupan likuiditas, serta kekuatan permodalan. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan bisnis tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga memperbesar kontribusi bank terhadap perekonomian daerah.

“Fokus kami selanjutnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, likuiditas dan permodalan serta terus meningkatkan kontribusi bagi perekonomian daerah,” terangnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *