DPRD PALI Dorong BUMD Garap Potensi Migas untuk Tambah PAD
PALI – Potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, didorong untuk digarap lebih optimal melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat memberikan nilai tambah bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI Ubaidillah dalam rapat paripurna DPRD PALI, Selasa (22/09/2026). Menurutnya, keberadaan BUMD harus diarahkan tidak hanya sebagai badan usaha milik pemerintah daerah, tetapi juga instrumen strategis untuk mengelola potensi ekonomi daerah.
“Optimalisasi peran BUMD harus dilakukan secara sungguh-sungguh, profesional dan visioner,” ujar Ubaidillah, sebagaimana diberitakan Kabar6, Selasa, (22/09/2026).
Ubaidillah mengatakan BUMD memiliki peluang untuk mengambil peran dalam menggali dan mengelola potensi daerah melalui kegiatan usaha maupun kerja sama dengan berbagai pihak. Skema tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi dari sumber daya yang dimiliki PALI.
“Fungsi nyata BUMD adalah bagaimana menjalankan program untuk menggali kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mengelola potensi-potensi yang ada, baik melalui pengelolaan langsung maupun kerja sama,” katanya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah migas. Sebagai daerah yang memiliki aktivitas industri migas, PALI dinilai mempunyai peluang untuk memperluas keterlibatan BUMD melalui kerja sama dengan perusahaan migas maupun sektor potensial lainnya, sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Ubaidillah, kemitraan tersebut perlu ditopang tata kelola perusahaan yang profesional agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada kegiatan bisnis BUMD, tetapi turut meningkatkan PAD dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Namun, pengembangan usaha BUMD juga dinilai perlu disertai pembenahan internal. Aspek profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, sumber daya manusia, aset, struktur usaha, hingga strategi bisnis perlu menjadi bagian dari evaluasi agar perusahaan daerah memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Jangan sampai BUMD hanya berdiri secara administratif, tetapi tidak memberikan kontribusi yang maksimal bagi daerah. Harus ada target, inovasi dan strategi bisnis yang jelas,” tegasnya.
Ubaidillah berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD sekaligus memetakan peluang investasi dan kerja sama yang dapat dikembangkan. Langkah tersebut dinilai penting agar BUMD dapat menjalankan fungsi bisnis sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi daerah.
Saat ini terdapat dua BUMD milik Pemkab PALI, yakni PDAM Tirta PALI Anugerah dan PT Pali Anugerah Sejahtera.
“Yang kita harapkan, BUMD benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah. Potensi yang ada harus dikelola secara profesional sehingga memberikan nilai tambah bagi PAD dan kesejahteraan masyarakat PALI,” tandasnya. []
Redaksi01
