Diskominfo Kutim Dorong Tambahan BTS untuk Perkuat Internet Desa

Diskominfo Staper Kutim menilai keterbatasan kapasitas BTS menjadi salah satu penyebab akses internet tetap lemah meski indikator sinyal telepon seluler terlihat penuh.

ADVERTORIAL – Indikator sinyal penuh pada telepon seluler ternyata belum menjamin akses internet berjalan lancar di sejumlah desa Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kutim menilai keterbatasan kapasitas Base Transceiver Station (BTS) menjadi salah satu persoalan utama yang perlu dibenahi untuk memperkuat konektivitas masyarakat.

Persoalan tersebut salah satunya ditemukan di Kecamatan Long Mesangat. Menara operator Telkomsel telah tersedia dan indikator sinyal pada gawai warga dapat terlihat penuh, tetapi akses layanan internet belum optimal. Kondisi itu menunjukkan bahwa keberadaan menara dan sinyal belum selalu sejalan dengan kapasitas jaringan yang dapat digunakan masyarakat.

Staf teknis Diskominfo Staper Kutim menyebut kapasitas BTS pada sejumlah menara telekomunikasi masih perlu ditingkatkan agar mampu melayani kebutuhan pengguna secara optimal.

“Kita masih kurang di BTS-nya saja di tower-tower itu,” papar staf teknis Diskominfo Staper Kutim.

Keterbatasan kapasitas tersebut dapat menyebabkan sinyal telepon seluler terlihat kuat, tetapi koneksi internet tetap lambat atau sulit digunakan karena kapasitas transmisi atau bandwidth belum memadai.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (Plt. Kabid Infrastruktur TIK) Diskominfo Staper Kutim M. Ihsan Hafid menjelaskan, kondisi jaringan lemah tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai wilayah tanpa sinyal atau blank spot. Sebab, pada sejumlah lokasi telah tersedia operator maupun menara telekomunikasi.

“Banyak faktor yang memungkinkan yang artinya itu sebenarnya bukan blank spot. Karena sebenarnya di Kutai Timur itu ada yang lemah sinyal, itu tidak bisa dikategorikan blank spot karena ada provider atau tower di sekitar situ. Berarti kita mau perkuat dari segi sinyalnya saja,” jelasnya.

Diskominfo Staper Kutim mencatat jaringan telekomunikasi telah menjangkau 151 desa, termasuk desa persiapan, serta dua kelurahan di Kutim. Seluruh desa juga telah memperoleh dukungan program internet desa dari pemerintah daerah.

Meski jangkauan jaringan telah tersedia, Ihsan mengatakan masih terdapat perbedaan data mengenai wilayah yang dikategorikan blank spot. Berdasarkan analisis data kementerian sebelumnya, hanya terdapat tiga titik yang tercatat sebagai blank spot di Kutim. Data tersebut berbeda dengan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga masih perlu diverifikasi di lapangan.

“Sebenarnya kalau dari segi data, data blank spot kami di Kutai Timur dari analisis sebelumnya dari data yang dikirimkan kementerian, kita hanya mendapat tiga data. Tapi itu tidak sama dengan data dari Kemendagri,” ujar Ihsan di ruang kerjanya, Kamis (24/09/2026).

Untuk memperbaiki kualitas jaringan, Diskominfo Staper Kutim telah membawa usulan desa ke pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar penambahan maupun peningkatan kapasitas BTS dapat dilakukan di wilayah yang masih mengalami keterbatasan konektivitas.

Diskominfo Staper Kutim juga telah mendatangi Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari upaya tindak lanjut terhadap kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah wilayah.

“Desa-desa yang sinyal lemah atau blank spot sudah kami upayakan untuk bermohon kepada Kementerian Digital agar bisa menambah BTS di wilayah desa sesuai permohonan. Kemarin sudah kami bahas di kementerian, alhamdulillah semoga direspons dengan baik dan bisa cepat dibangun BTS-nya,” pungkas Ihsan.

Penguatan kapasitas BTS diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan jaringan, tetapi juga meningkatkan kualitas akses internet masyarakat. Dengan kapasitas jaringan yang lebih memadai, keberadaan sinyal di desa-desa diharapkan benar-benar dapat diikuti dengan layanan internet yang stabil dan dapat digunakan secara optimal. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *