Enam Materi ProASN Jadi Dasar Pemetaan Talenta ASN Kukar

0
IMG-20261006-WA0046

BKPSDM Kukar memetakan kompetensi, potensi, dan preferensi karier sekitar 400 PNS melalui ProASN sebagai dasar penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Kukar.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan memetakan kompetensi dan potensi sekitar 400 Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bagian dari persiapan penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemetaan dilaksanakan melalui Penilaian Kompetensi, Potensi, dan Preferensi Karier menggunakan aplikasi Profiling ASN (ProASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 6-7 Oktober 2026, di Ruang Digital University Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memperoleh gambaran mengenai kompetensi, potensi, dan preferensi karier aparatur sebagai dasar pembangunan manajemen talenta.

“Pertama, potensi dan kompetensi ASN melalui program dari BKN. Jadi, ada beberapa materi, yaitu manajerial, sosial-kultural, generasi digital, dynamic skill, dan pengembangan karier. Untuk tahun 2026 ditambah dengan Talent DNA,” ujar Mukhdan kepada Prudensi.com di Tenggarong, Sabtu (03/10/2026).

Pelaksanaan ProASN tahun ini mencakup enam aspek penilaian, yakni kemampuan manajerial, sosial-kultural, generasi digital, dynamic skill, pengembangan karier, serta Talent DNA. Materi terakhir menjadi tambahan dalam penilaian 2026 untuk melengkapi pemetaan karakteristik dan potensi talenta ASN.

Mukhdan menjelaskan, sekitar 400 peserta yang mengikuti pemetaan tahun ini mayoritas merupakan ASN golongan III ke atas. Hasil penilaian tersebut nantinya diharapkan dapat membantu BKPSDM Kukar mengidentifikasi aparatur berdasarkan kompetensi dan potensi masing-masing.

“Kita berharap bisa menetapkan talenta-talenta ASN sehingga bisa terhubung ke program manajemen talenta,” katanya.

Data hasil ProASN selanjutnya akan menjadi salah satu basis dalam penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Kukar. Melalui sistem tersebut, penempatan dan pengembangan karier ASN diharapkan lebih didasarkan pada kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi.

“Jadi, dengan manajemen talenta diterapkan, kita tidak ada lagi seleksi tertutup. Lebih hemat biaya, lebih cepat proses mendapatkan orang yang kita inginkan,” jelasnya.

Menurut Mukhdan, ASN yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan suatu jabatan dapat dipetakan melalui data talenta yang telah tersedia. Mekanisme serupa juga dapat diterapkan terhadap PNS yang sebelumnya pernah menduduki jabatan tertentu.

Pemetaan tersebut menggunakan talent box untuk menggambarkan posisi talenta berdasarkan hasil penilaian. Nilai ASN akan disesuaikan apabila terjadi perubahan level jabatan agar pemetaan tetap mencerminkan kompetensi dan potensi pada jenjang jabatan terbaru.

“Ketika yang bersangkutan naik jabatan atau naik level jabatan, nilai yang sebelumnya diperoleh menjadi 0. Jadi, di talent box-nya, ketika ditetapkan, muncul lagi nilainya sesuai dengan level jabatannya,” ujarnya.

Mekanisme tersebut diharapkan membuat posisi setiap ASN dalam talent box tetap sesuai dengan level jabatan yang sedang ditempati sekaligus memberikan gambaran yang lebih terukur bagi pemerintah daerah dalam menentukan pengembangan maupun penempatan aparatur.

Pelaksanaan ProASN juga menjadi tindak lanjut kebijakan BKN dalam mendorong percepatan penerapan manajemen talenta di instansi pemerintah. Melalui pemetaan kompetensi, potensi, preferensi karier, dan Talent DNA, Pemkab Kukar berupaya membangun basis data aparatur untuk mendukung pengembangan karier sekaligus menyelaraskan kebutuhan organisasi dengan sumber daya ASN yang tersedia. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *