Perbaikan Dua Jalan Antardesa Jadi Perhatian Pemerintah Kecamatan Kongbeng

0
6233123704560882372

Camat Kongbeng Petrus Ivung menyoroti kebutuhan pengerasan jalan tembus Sri Pantun dan penyelesaian pembangunan jalan Sidomulyo–Kongbeng Indah untuk memperlancar mobilitas masyarakat antardesa.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengidentifikasi dua akses jalan penghubung antarwilayah yang membutuhkan penanganan untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Kedua jalur tersebut meliputi jalan tembus menuju kawasan Sri Pantun yang masih berupa tanah serta jalan penghubung Desa Sidomulyo menuju Kongbeng Indah yang pengerjaannya belum rampung.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, mengatakan kedua akses tersebut menjadi perhatian setelah dirinya melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah kecamatan.

Menurutnya, kondisi jalan dan drainase di kawasan permukiman secara umum masih dinilai aman. Namun, sejumlah akses penghubung antardesa membutuhkan peningkatan kualitas agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

“Hanya saja, ada dua setelah saya ngecek di lapangan ada dua. Yang pertama itu adalah akses dari simpangnya Sukamaju atau antara Sukamaju dengan Marga Mulia ada jalan masuk ke daerah Pantun. Ya itu namanya tembusnya Sri Pantun itu yang perlu dilakukan pengerasan karena itu kan jalan tanah saja itu,” kata Petrus Ivung saat berada di Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).

Petrus menjelaskan bahwa jalan tembus menuju Sri Pantun merupakan salah satu jalur alternatif yang berpotensi memperpendek perjalanan masyarakat menuju pusat Kecamatan Kongbeng.

Saat ini, kondisi jalan yang masih berupa tanah menjadi perhatian karena membutuhkan pengerasan agar akses tersebut lebih layak dilalui kendaraan.

Menurut Petrus, peningkatan kualitas jalan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menghemat waktu perjalanan dibandingkan harus menggunakan jalur poros yang lebih panjang.

“Kalau dia ikut jalan poros ke sana itu cukup panjang lah kalau tadinya mungkin yang lewat porosnya mungkin bisa 1 jam. Kalau lewat di situ mungkin bisa kurang dari 1 jam sudah tembus ke kecamatan,” jelasnya.

Keberadaan jalur alternatif yang lebih pendek dinilai dapat mendukung kelancaran mobilitas warga, termasuk perjalanan menuju pusat pelayanan pemerintahan dan aktivitas perekonomian di wilayah kecamatan.

Selain jalan tembus Sri Pantun, Pemerintah Kecamatan Kongbeng juga menyoroti kondisi jalan penghubung Desa Sidomulyo menuju Kongbeng Indah.

Petrus mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut telah dilakukan pada sebagian ruas. Namun, masih terdapat bagian yang belum diselesaikan sehingga akses penghubung tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Nah, yang keduanya itu yang terkait dengan jalan yang baru dibuat tetapi itu tidak tuntas. Itu adalah jalan dari Sidomulyo. Jalan dari Sidomulyo tembus ke Kongbeng Indah. Kan dia selesai sini, ini lagi belum. Nah, jadi itu yang saya maksud,” tutup Petrus Ivung.

Belum tuntasnya pengerjaan jalan tersebut menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang membutuhkan perhatian lebih lanjut agar konektivitas antarwilayah dapat ditingkatkan.

Penanganan kedua akses jalan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran transportasi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antardesa di Kecamatan Kongbeng.

Peningkatan kualitas jalan juga berpotensi memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Melalui pemetaan kondisi infrastruktur yang telah dilakukan, Pemerintah Kecamatan Kongbeng berharap kebutuhan penanganan jalan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah. Perbaikan akses menuju Sri Pantun dan penyelesaian jalan Sidomulyo–Kongbeng Indah diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mempermudah masyarakat menjangkau pusat pelayanan dan kegiatan perekonomian. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *