Perkim Kutim Petakan 1.500 Usulan Infrastruktur Warga

0
6190486657975390711

Sebanyak 1.500 usulan pembangunan jalan lingkungan, drainase, turap, dan penerangan jalan menjadi dasar Perkim Kutim dalam memetakan kebutuhan infrastruktur permukiman berdasarkan urgensi dan kemampuan anggaran daerah.

ADVERTORIAL – Banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur permukiman menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) dalam menentukan alokasi anggaran secara tepat sasaran. Sebanyak 1.500 usulan masyarakat yang diterima Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutim harus dipetakan dan diseleksi berdasarkan tingkat kebutuhan sebelum ditetapkan sebagai prioritas pembangunan.

Usulan tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, saluran drainase, turap penahan tanah, serta penyediaan penerangan jalan di kawasan permukiman. Beragam kebutuhan itu menunjukkan pentingnya penataan infrastruktur dasar untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kutim Ahmad Iip Makruf, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Mohammad Noor dan Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Asran Lode, menjelaskan bahwa usulan yang diterima menjadi bahan penyusunan rencana pembangunan infrastruktur permukiman.

“Untuk usulan yang masuk cukup banyak, totalnya sekitar 1.500 usulan. Di antaranya pembangunan jalan lingkungan, drainase dan turap,” ujar jajaran Perkim Kutim, Sabtu (10/10/2026).

Tingginya jumlah usulan membuat proses penentuan prioritas menjadi penting agar program pembangunan tidak hanya didasarkan pada banyaknya permintaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Perkim Kutim akan melakukan pemetaan terhadap usulan yang masuk untuk mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan lebih mendesak. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyesuaikan rencana pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian ialah peningkatan kualitas jalan lingkungan. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk akses menuju tempat tinggal, fasilitas pelayanan umum, dan pusat kegiatan ekonomi.

Selain jalan lingkungan, pembangunan drainase juga menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur permukiman. Keberadaan saluran air yang memadai diperlukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

Penanganan turap penahan tanah turut masuk dalam daftar usulan. Infrastruktur tersebut berfungsi memperkuat struktur tanah pada lokasi tertentu sehingga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat pergerakan atau pengikisan tanah.

Perkim Kutim juga memberikan perhatian terhadap penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya di lingkungan perumahan dan jalan permukiman yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Penerangan yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga pada malam hari sekaligus meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan.

Berbagai kebutuhan tersebut merupakan bagian dari penyediaan PSU yang berperan dalam membentuk lingkungan permukiman yang layak, aman, dan dapat mendukung aktivitas sosial masyarakat.

Namun, banyaknya usulan tidak serta-merta berarti seluruh kegiatan dapat langsung direalisasikan. Setiap kebutuhan masih memerlukan penilaian, pemetaan lokasi, dan penyesuaian terhadap prioritas pembangunan serta ketersediaan anggaran.

Oleh karena itu, penyusunan skala prioritas menjadi tahapan penting dalam memastikan program yang nantinya dilaksanakan benar-benar menjawab persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.

Melalui pemetaan kebutuhan yang lebih terarah, Pemkab Kutim diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar secara bertahap. Penanganan jalan lingkungan, drainase, turap, dan penerangan jalan yang tepat sasaran diharapkan dapat memperbaiki kualitas kawasan permukiman sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *