Pasar Murah Prabumulih: Paket Sembako Rp271 Ribu Dijual Rp107 Ribu
PRABUMULIH – Masyarakat Kota Prabumulih dapat menghemat hingga Rp164.500 untuk pembelian satu paket kebutuhan pokok melalui program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Dengan subsidi pemerintah, paket sembako yang semula bernilai Rp271.500 dijual hanya Rp107.000 dalam kegiatan di Aula Kantor Kelurahan (Kel.) Tugu Kecil, Rabu (04/11/2026).
Program yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Prabumulih tersebut menyediakan 350 paket sembako bagi masyarakat, terutama warga di sekitar Kel. Tugu Kecil. Selisih harga sebesar Rp164.500 per paket setara dengan potongan sekitar 60,6 persen dari harga normal.
Setiap paket berisi minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, telur ayam, serta masing-masing setengah kilogram bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit. Komoditas tersebut dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mengurangi beban belanja rumah tangga.
Wali Kota Prabumulih, Arlan, mengatakan intervensi melalui pasar murah diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kita ingin masyarakat terbantu, sekaligus menjaga agar harga kebutuhan pangan tetap terkendali,” ujar Arlan, sebagaimana diberitakan Fajar Sumsel, Rabu (04/11/2026).
Menurut Arlan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan pemeliharaan stabilitas pasokan pangan. Pemkot Prabumulih berkomitmen melanjutkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Disprindag Prabumulih, Muhtar Edi, menjelaskan bahwa selain paket sembako bersubsidi, kegiatan tersebut juga melibatkan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Lahat untuk menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita.
Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual Rp58.500, lebih rendah dibandingkan harga pasar Rp62.000. Sementara itu, Minyakita kemasan satu liter ditawarkan Rp15.500 dari harga pasar Rp20.000. Dengan demikian, pembeli memperoleh penghematan Rp3.500 untuk setiap kemasan beras dan Rp4.500 untuk setiap liter Minyakita.
Muhtar mengatakan pasar murah merupakan agenda rutin Pemkot Prabumulih melalui Disprindag untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah berharap program tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga melalui pelaksanaan di berbagai wilayah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat. Ke depan, pasar murah akan terus kita upayakan agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Kota Prabumulih,” pungkasnya.
Melalui subsidi harga dan penyediaan komoditas pangan dengan harga lebih rendah, Pemkot Prabumulih berharap tekanan pengeluaran rumah tangga dapat berkurang. Keberlanjutan program tersebut diharapkan turut menjaga keterjangkauan bahan pangan, kestabilan harga, dan daya beli masyarakat. []
Redaksi01
