Harga Sembako Jatim 4 November 2026: Cabai Naik, Ayam Justru Turun

0
Harga Sembako Jatim 4 November 2026

SURABAYA – Kenaikan harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting menambah tekanan pengeluaran masyarakat di Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga cabai rawit merah mencapai Rp59.168 per kilogram pada Rabu (04/11/2026), naik Rp5.477 dibandingkan sehari sebelumnya.

Selain cabai rawit merah, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan Rp1.365 menjadi Rp47.845 per kilogram. Kenaikan tersebut menunjukkan pergerakan harga yang perlu dicermati masyarakat, terutama rumah tangga yang menggunakan cabai sebagai kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa komoditas lainnya. Minyak goreng curah naik Rp327 menjadi Rp20.779 per kilogram, sedangkan daging sapi paha belakang meningkat Rp722 menjadi Rp135.643 per kilogram.

Di tengah kenaikan tersebut, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan. Harga daging ayam ras turun Rp1.301 menjadi Rp33.796 per kilogram. Daging ayam kampung berkurang Rp2.744 menjadi Rp67.289 per ekor, sedangkan telur ayam ras turun Rp291 menjadi Rp23.243 per kilogram.

Penurunan juga tercatat pada bawang putih jenis Sinco/Honan yang berkurang Rp200 menjadi Rp28.228 per kilogram. Perbedaan arah pergerakan harga ini memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas pangan.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium tercatat Rp15.108 per kilogram dan beras medium Rp12.927 per kilogram. Gula kristal putih dijual dengan harga rata-rata Rp17.578 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng kemasan premium berada di angka Rp22.140 per liter, kemasan sederhana Rp19.169 per liter, dan Minyakita Rp15.909 per liter. Harga susu kental manis merek Bendera tercatat Rp12.540 per kemasan 370 gram, sedangkan Indomilk Rp12.557 dengan ukuran yang sama.

Adapun susu bubuk Bendera berada di harga Rp42.250 per kemasan 400 gram dan Indomilk Rp41.166. Harga garam bata tercatat Rp1.768 per buah, garam halus Rp8.993 per kilogram, serta gas elpiji 3 kilogram Rp19.976.

Pergerakan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang dapat berkaitan dengan keseimbangan permintaan dan pasokan, kondisi cuaca, biaya produksi, serta kelancaran distribusi. Gangguan produksi pertanian maupun keterlambatan pengiriman dapat mengurangi ketersediaan barang di pasar dan mendorong kenaikan harga.

Data tersebut merupakan harga rata-rata komoditas pangan di Jatim sehingga nilai transaksi di masing-masing pasar dapat berbeda.

Perbedaan harga antardaerah dan pasar membuat masyarakat perlu mencermati perkembangan harga sebelum berbelanja. Pemantauan pasokan dan kelancaran distribusi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan bahan pokok agar perubahan harga tidak semakin membebani pengeluaran rumah tangga. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *