Lewat Porprov KORPRI, Ardiansyah Dorong ASN Sehat dan Berprestasi
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap Porprov IV KORPRI Kaltim 2026 menjadi sarana membangun kebiasaan berolahraga, meningkatkan kebugaran, dan memperkuat solidaritas ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.
ADVERTORIAL – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menjadi momentum membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kebugaran aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, pembinaan olahraga tidak boleh berhenti setelah kompetisi berakhir, tetapi perlu diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan kerja pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah dalam sambutan pembukaan Porprov IV KORPRI Kaltim 2026 di Kutim, Minggu (01/11/2026). Ia menilai kompetisi olahraga antardaerah tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar memperebutkan medali.
“Saya berharap semangat berolahraga ini tidak berhenti setelah Porprov berakhir, tetapi terus menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya hidup sehat di lingkungan kerja masing-masing,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik ASN agar tetap sehat dan bugar saat menjalankan tanggung jawab kedinasan. Kebiasaan berolahraga juga diharapkan dapat mendukung kesiapan aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ardiansyah menegaskan, Porprov IV KORPRI Kaltim harus menjadi sarana pembinaan anggota organisasi agar memiliki keseimbangan antara kemampuan menjalankan tugas pemerintahan dan menjaga kesehatan jasmani.
“Melalui kegiatan ini kita ingin membangun korpri yang tidak hanya kuat dalam berorganisasi dan pengabdian tetapi juga memiliki anggota yang sehat, bugar dan berprestasi,” tuturnya.
Selain mendorong budaya hidup sehat, Ardiansyah berharap ajang olahraga tersebut mampu mempererat persaudaraan dan solidaritas ASN dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim.
Interaksi antarpeserta selama pertandingan dinilai dapat menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antaraparat pemerintahan di daerah.
Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi olahraga harus tetap memperhatikan kewajiban kedinasan. Setiap ASN yang bertanding diminta mengatur tugas dan tanggung jawab agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Saya juga mengingatkan agar keikutsertaan aparatur sipil negara di dalam pertandingan ini diikuti dengan pengaturan tugas dan tanggung jawab dengan baik sehingga pelayanan, pemerintahan, administrasi dan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas olahraga dan pelaksanaan tugas pemerintahan. Keikutsertaan ASN dalam Porprov diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab masing-masing instansi.
Di sisi lain, Ardiansyah turut meminta panitia memperhatikan kelancaran penyelenggaraan, mulai dari kesiapan fasilitas pertandingan, keselamatan atlet, layanan kesehatan, hingga kebersihan lingkungan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial juga diharapkan dapat mempermudah peserta maupun masyarakat memperoleh informasi mengenai jadwal, lokasi, dan hasil pertandingan.
Melalui Porprov IV KORPRI Kaltim 2026, Ardiansyah berharap semangat olahraga dapat berkembang menjadi kebiasaan positif di lingkungan pemerintahan sekaligus memperkuat solidaritas ASN.
Dengan pembinaan olahraga yang berkelanjutan, ASN diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi dalam kompetisi, tetapi juga memiliki kebugaran jasmani yang mendukung profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
