Jelang Nataru 2027, Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah
KOTABARU – Intervensi harga pangan melalui pasar murah menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Pasar Limbur Raya Kotabaru, Kamis (05/11/2026).
Program yang digelar melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut menarik perhatian ratusan warga. Masyarakat memanfaatkan kegiatan itu untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Sejumlah bahan pokok yang disediakan antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, beras istimewa Kios Pangan kemasan 3 kilogram Rp50.000, serta gula pasir Rp18.500 per kilogram. Sementara itu, telur ayam dijual Rp40.000 per rak, paket bawang merah dan bawang putih Rp22.000, serta minyak goreng Minyakita kemasan 2 liter Rp30.000.
Kepala Diskoperindag Kotabaru, Muhammad Maulidiansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
“Melalui pasar murah ini, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Kegiatan ini memiliki dua prioritas utama, yakni meringankan beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah serta menjaga stabilitas harga pangan guna mengendalikan laju inflasi daerah,” ujar Maulidiansyah saat ditemui di lokasi acara.
Ia menjelaskan, pasar murah tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban belanja rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan tekanan harga pangan. Langkah tersebut dinilai penting menjelang akhir tahun ketika kebutuhan masyarakat berpotensi meningkat.
Pelaksanaan kegiatan itu turut melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kotabaru, serta jajaran Pemprov Kalsel. Keterlibatan berbagai instansi tersebut mendukung penyediaan komoditas yang dijual kepada masyarakat.
Sebagaimana diberitakan Newsway, Kamis (05/11/2026), Pemkab Kotabaru optimistis intervensi pasar yang dilakukan secara berkala dapat membantu menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang pergantian tahun. Pemerintah juga berharap langkah tersebut mampu menahan kenaikan harga dan mempertahankan daya beli masyarakat.
Keberlanjutan kegiatan serupa menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan manfaat pasar murah tidak hanya dirasakan saat pelaksanaan, tetapi juga mendukung kestabilan harga pangan dalam periode meningkatnya kebutuhan masyarakat. []
Redaksi01
