ALLPrint Indonesia 2026 Pamerkan Teknologi Terbaru Industri Percetakan

JAKARTA – Pergeseran industri percetakan dari produksi massal menuju layanan digital dan personal menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam ALLPrint Indonesia 2026. Pameran yang berlangsung 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, itu akan mempertemukan sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara untuk menawarkan teknologi dan solusi produksi terbaru.

Pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions tersebut memasuki penyelenggaraan ke-27 sejak pertama kali digelar pada 1995. Peserta yang hadir berasal dari Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan, termasuk sekitar 20 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah kebutuhan pelaku industri percetakan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan teknologi sekaligus mencari peluang bisnis baru.

“Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Menurut dia, perkembangan industri percetakan Indonesia pada 2026 menunjukkan pertumbuhan stabil dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39% hingga mencapai pertumbuhan kumulatif stabil di kisaran 11,42%.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang sektor industri kemasan (packaging) dan label yang meningkat hingga 20%, serta percetakan tekstil (textile printing) sekitar 15%. Perkembangan itu turut didukung penetrasi perdagangan elektronik (e-commerce) dan kebangkitan UMKM.

Daud menilai perubahan tersebut menunjukkan industri percetakan tidak lagi hanya mengandalkan teknologi cetak konvensional. Kebutuhan pasar yang semakin beragam turut mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan menyesuaikan produk dengan permintaan.

“Perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional, tetapi telah berkembang ke berbagai kebutuhan industri yang saling berkaitan,” lontar Daud Salim.

Melalui ALLPrint Indonesia 2026, pengunjung akan dapat melihat secara langsung teknologi dan proses produksi yang ditawarkan peserta. Solusi yang dipamerkan mencakup digital printing, packaging printing, teknologi karton boks, teknologi grafika, peralatan percetakan, teknologi penyelesaian cetak, tinta, kertas, media cetak, software, hingga berbagai perangkat pendukung industri grafika.

Kehadiran teknologi tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran kepada pelaku usaha mengenai penerapannya dalam proses produksi. Selain efisiensi, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pameran juga dirancang sebagai ruang pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B). Produsen, distributor, pemasok, pengguna teknologi, dan pelaku usaha dari berbagai sektor dapat bertemu untuk memperluas jaringan, mencari mitra maupun pemasok, serta menjajaki peluang kerja sama.

Partisipasi perusahaan dari lebih dari 10 negara turut membuka akses terhadap perkembangan teknologi industri percetakan di tingkat global. Bagi perusahaan yang sedang mempertimbangkan ekspansi kapasitas atau investasi teknologi, pameran tersebut dapat menjadi ruang untuk membandingkan berbagai pilihan solusi.

Selain pameran teknologi, penyelenggara menyiapkan sejumlah forum edukasi. Salah satunya seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya, “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions”, mengangkat otomatisasi industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Selama empat hari pelaksanaan, Krista Exhibitions menargetkan lebih dari 60 ribu pengunjung. Pameran tersebut juga digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia untuk memperluas cakupan ekosistem industri percetakan dan mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai teknologi serta solusi produksi, sebagaimana diberitakan Mix, Selasa, (22/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *