Kospi dan Taiex Perkasa, Bursa Asia Bergerak Bervariasi

JAKARTA – Indeks Kospi dan Taiex menjadi penguat utama di kawasan Asia-Pasifik pada awal perdagangan Rabu (23/09/2026), ketika sejumlah bursa regional lainnya bergerak melemah. Penguatan kedua indeks terjadi di tengah sentimen positif dari Wall Street dan harapan meredanya konflik Timur Tengah melalui jalur diplomatik.

Pada pukul 08.22 WIB, indeks Kospi Korea Selatan tercatat naik 1,12 persen menjadi 7.096,4. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan menguat 0,83 persen ke level 48.196,29.

Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong dibuka turun 0,09 persen menjadi 25.064,84. Indeks ASX 200 Australia juga melemah 0,17 persen ke 8.742,7, sedangkan FTSE Straits Times Singapura turun 0,61 persen menjadi 5.688,92.

Penurunan juga terjadi pada FTSE Malay KLCI Malaysia yang terkoreksi 0,43 persen ke level 1.676,31. Sementara itu, pasar saham Jepang tidak diperdagangkan karena libur memperingati Hari Ekuinoks Musim Gugur.

Pergerakan bursa Asia turut dipengaruhi sentimen eksternal setelah harga minyak mengalami penurunan menyusul pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perkembangan tersebut memunculkan harapan terhadap kemungkinan solusi diplomatik untuk konflik di Timur Tengah.

Sentimen dari pasar saham Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor Asia. Pada perdagangan reguler sesi sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4 persen, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,5 persen dan mencatat penguatan selama empat sesi berturut-turut.

Nasdaq Composite yang banyak dihuni saham teknologi bahkan sempat mencapai rekor tertinggi secara intraday sebelum kembali ditutup pada level rekor. Sementara itu, indeks S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah, tetapi masih berada sekitar 0,7 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu penopang utama pergerakan Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Sentimen tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pelaku pasar di kawasan Asia-Pasifik.

Pergerakan bursa regional yang beragam menunjukkan investor masih mencermati kombinasi sentimen global, mulai dari prospek penyelesaian konflik Timur Tengah secara diplomatik hingga arah harga minyak dan kinerja saham teknologi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar Asia pada perdagangan Rabu, sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (23/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *