Baru 208 dari 500 Gerai Koperasi Merah Putih di Sultra Siap Beroperasi

0
full_1793944069481980_b8ed45a2a1_berita_kendari

KENDARI – Kesiapan infrastruktur dan kualitas pengelolaan menjadi tantangan dalam mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari 500 gerai yang telah rampung dibangun, baru 208 gerai dinyatakan memenuhi persyaratan untuk beroperasi setelah melalui verifikasi dan validasi teknis.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra kini mendorong penyempurnaan fasilitas gerai sekaligus meningkatkan kompetensi pengelola agar koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan berkelanjutan.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sultra, Harli Belli Tombili saat ditemui di Kendari, Jumat (06/11/2026), mengatakan dari 500 gerai yang telah selesai dibangun, sebanyak 300 gerai sudah menjalani pemeriksaan teknis oleh tim lapangan. Hasilnya, 208 gerai dinyatakan layak beroperasi, sedangkan gerai lainnya masih membutuhkan pembenahan.

“Dari hasil verifikasi dan validasi tersebut, sebanyak 208 gerai KDKMP dinyatakan siap dan layak untuk segera beroperasi. Sementara gerai lainnya masih memerlukan pembenahan pada sarana, prasarana, serta fasilitas pendukung,” kata Belli, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (06/11/2026).

Menurutnya, kelengkapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting untuk memastikan setiap gerai dapat memberikan pelayanan usaha secara optimal. Kesiapan tersebut juga diperlukan agar koperasi mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat melalui rantai pasok yang berkesinambungan.

Di sisi lain, skala pengembangan koperasi di Sultra terbilang besar. Pemprov Sultra telah membentuk 2.273 KDKMP yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Jumlah tersebut diproyeksikan menjadi modal penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.

Belli menilai keberadaan koperasi berpotensi memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan pengelolaan kelembagaan dan keuangan yang tertib agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Untuk memperkuat aspek tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra menyiapkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi para pengurus KDKMP. Salah satu sasaran utamanya ialah 1.350 bendahara koperasi yang dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis.

Materi pelatihan akan mencakup sistem pembukuan, pengelolaan kas, serta administrasi akuntansi koperasi. Penguatan kemampuan bendahara dinilai penting untuk memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik dan laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem tata kelola lembaga yang profesional, terpercaya, dan berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi Sulawesi Tenggara,” ujar dia.

Melalui pembenahan fasilitas dan peningkatan kemampuan pengurus, Pemprov Sultra berharap ribuan KDKMP yang telah dibentuk dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi produktif. Keberhasilan program tersebut selanjutnya akan ditentukan oleh kesiapan operasional, profesionalitas pengelola, serta kemampuan koperasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *