BTPN Syariah Bidik Mesin Pertumbuhan Baru dari Pembiayaan Individual

JAKARTA – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mulai memperkuat pembiayaan individual sebagai sumber pertumbuhan baru bisnis setelah produk tersebut mencatat perkembangan sepanjang 2026. Hingga kuartal II 2026, nilai pembiayaan individual atau Individual Financing (IF) BTPS telah mencapai Rp59,7 miliar dengan 4.368 nasabah.

Pertumbuhan tersebut membuat BTPS melihat pembiayaan individual berpeluang menjadi mesin bisnis baru di luar skema pembiayaan berbasis kelompok yang selama ini menjadi salah satu fokus perseroan.

Direktur Bank BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan perkembangan IF menunjukkan tren positif sejak awal tahun. Perseroan pun menargetkan perluasan cakupan pembiayaan individual hingga 60-70 area sampai akhir 2026.

“Pembiayaan individual ini kalau dilihat pertumbuhannya dari awal tahun yang sangat kecil sekarang sudah sampai sekitar Rp 59 miliar dan pertumbuhan ini akan menjadi another business engine,” ujar Fachmy dalam Public Expose, Senin (07/09/2026), sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (07/09/2026).

Selain mencatat outstanding Rp59,7 miliar, pembiayaan individual tersebut memiliki repayment rate atau tingkat pengembalian pembiayaan sebesar 97,2 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan perseroan dalam mengembangkan skema pembiayaan tersebut.

BTPS menyasar segmen mass market, khususnya nasabah pada kelompok Tier 2 dan Tier 3. Untuk menjalankan pembiayaan individual, perseroan menerapkan pendekatan berbeda berdasarkan karakteristik calon penerima pembiayaan.

Bagi nasabah existing to bank (ETB), BTPS menggunakan model TUR graduate selection. Sementara itu, nasabah new to bank (NTB) mendapatkan pembiayaan dengan pendekatan soft collateral.

Strategi tersebut digunakan untuk mengantisipasi risiko ketika nasabah mengalami persoalan dalam memenuhi kewajibannya. Dalam skema tersebut, bank tetap memiliki mekanisme pengamanan tertentu untuk mendorong pengembalian pembiayaan.

“Jadi pada saat kondisi nasabah bermasalah, bank masih memiliki tanda kutip soft collateral untuk meminta pengembalian atas pembiayaan tersebut,” jelasnya.

Perluasan IF menjadi bagian dari upaya BTPS mengembangkan sumber pertumbuhan bisnis dengan tetap mempertahankan fokus pada segmen masyarakat yang menjadi sasaran utama perseroan. Ekspansi ke lebih banyak wilayah juga akan memberikan ruang bagi bank untuk menguji dan memperluas model pembiayaan individual tersebut.

Dengan target cakupan 60-70 area hingga penghujung tahun, BTPS berharap pertumbuhan pembiayaan individual dapat semakin memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan. Jika ekspansi berjalan sesuai rencana, IF berpotensi menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis BTPS di tengah pengembangan layanan pembiayaan untuk segmen mass market. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *