Bupati Kukar Jamin Bonus Atlet, Dukungan Kontingen 2026 Diperkuat
Kegiatan Acara Pelepasan Kontingen Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mengikuti Porprov VIII di Paser, Peparprov V, serta Forda II dan Porwada II Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjamin bonus atlet berprestasi minimal setara tahun sebelumnya meskipun daerah menghadapi efisiensi anggaran, serta meminta kebutuhan kontingen dipenuhi sebelum keberangkatan menuju lima ajang olahraga di Kaltim.
ADVERTORIAL – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menjamin bonus bagi atlet berprestasi tidak akan berkurang meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menghadapi defisit dan kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan nilai penghargaan sekurang-kurangnya setara dengan tahun sebelumnya, sekaligus memastikan kebutuhan kontingen terpenuhi menjelang keikutsertaan dalam lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Aulia saat melepas kontingen Kukar di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026). Pelepasan itu mencakup persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, serta sejumlah kejuaraan olahraga lainnya yang diselenggarakan di berbagai kabupaten/kota di Kaltim.
Aulia menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak mengubah komitmen Pemkab Kukar dalam memberikan penghargaan kepada atlet yang mampu meraih prestasi.
“Saya jamin, meskipun kita defisit anggaran, meskipun efisiensi, meskipun kondisi anggaran tidak sama dengan waktu kegiatan perlombaan di periode sebelumnya, saya jamin bonus teman-teman minimal sama dengan tahun sebelumnya,” tegas Aulia.
Bahkan, Aulia menyatakan kesiapannya menyesuaikan nilai penghargaan apabila pemerintah kabupaten atau kota lainnya di Kaltim memberikan bonus yang lebih tinggi kepada atlet berprestasi.
“Kalau ada kabupaten kota berani memberi bonus lebih tinggi, kita samai bonus yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut Aulia, pemberian bonus merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap perjuangan atlet. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan membawa nama baik daerah harus tetap menjadi motivasi utama dalam mengikuti pertandingan.
“Menjunjung nama baik Kukar itu jauh lebih penting dari apa pun dan dibandingkan dengan materi-materi yang ada,” tuturnya.
Selain memberikan jaminan penghargaan, Aulia meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar memperhatikan ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan kontingen, khususnya uang saku dan transportasi.
Ia tidak menginginkan persoalan administrasi keuangan mengganggu konsentrasi atlet ketika memasuki masa pertandingan.
“Kami ingatkan sekali lagi teman-teman di keuangan BPKAD, tolong ini diperhatikan sehingga teman-teman atlet pada saat nanti berangkat itu sudah tidak kepikiran lagi,” tegasnya.
Aulia juga meminta pencairan dana memperhatikan jadwal keberangkatan agar uang yang diterima benar-benar dapat digunakan untuk kebutuhan peserta selama mengikuti kompetisi.
“Jaraknya jangan terlalu jauh dengan berangkat. Jangan sampai habis duluan sebelum pergi berangkat ke ajang lomba,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan kontingen mencerminkan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung atlet yang membawa nama Kukar.
“Ini bukan perkara nilainya, akan tetapi ini perkara komitmen kita Pemerintah Daerah Kabupaten Kukar untuk mendukung penuh para atlet yang berlaga,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menyampaikan apresiasi terhadap persiapan atlet yang telah menjalani pembinaan dan latihan untuk menghadapi berbagai kejuaraan.
“Kami Pemkab Kukar, merasa bangga atas persiapan yang sudah dilakukan oleh para atlet untuk membawa nama baik Kabupaten Kukar di ajang perlombaan tingkat Provinsi Kaltim,” ujarnya.
Ia berharap kontingen Kukar mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus bersaing memperebutkan prestasi tertinggi pada setiap ajang yang diikuti.
“Kami menaruh harapan yang besar kepada para atlet untuk memperjuangkan nama baik Kutai Kartanegara, untuk menjadikan Kutai Kartanegara sebagai juara di seluruh ajang perlombaan yang kita ikuti,” katanya.
Aulia juga menyatakan optimisme terhadap kemampuan atlet berdasarkan persiapan yang telah dilakukan.
“Kami yakin dan percaya dengan persiapan yang sudah dilakukan oleh teman-teman sekalian. Insyaallah, Kukar pasti bisa juara umum di seluruh ajang kontestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa kontingen daerah dipersiapkan mengikuti lima ajang olahraga pada 2026. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi sarana mengukur hasil pembinaan atlet dan cabang olahraga (cabor).
Kelima ajang tersebut meliputi Pekan Olahraga Provinsi Korps Pegawai Republik Indonesia (Porprov Korpri) IV di Kutim, Porprov VIII dan Peparprov V di Paser, Pekan Olahraga Daerah (Porda) II di Samarinda, serta Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV di Balikpapan.
Menurut Ali, kontingen Porprov Korpri IV terdiri atas 231 orang dari 12 cabor, sedangkan Porprov VIII melibatkan 1.584 orang dari 66 cabor.
Untuk Peparprov V, Kukar menyiapkan 138 peserta dari sembilan cabor. Sementara itu, peserta Porda II diperkirakan mencapai 500 orang dari 20 cabor dan masih berpotensi bertambah, sedangkan Porwada IV melibatkan 41 orang dari 10 cabor.
Secara keseluruhan, jumlah peserta yang dipaparkan mencapai 2.494 orang, mencakup atlet dan unsur pendukung sesuai data masing-masing kontingen. Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena peserta Porda II berpotensi bertambah.
Persiapan kontingen dilakukan melalui seleksi atlet, pemusatan latihan, peningkatan kemampuan fisik dan teknis, penguatan mental bertanding, serta pembinaan disiplin dan sportivitas.
Dispora Kukar juga menyiapkan kebutuhan pendukung berupa administrasi, akomodasi, transportasi, konsumsi, perlengkapan pertandingan, serta pelayanan kesehatan bagi peserta. Terkait akomodasi, Ali menyampaikan bahwa penginapan peserta telah dipersiapkan dengan menggunakan fasilitas hotel dan guest house atau wisma tamu.
“Alhamdulillah, kita tidak berada atau tidak menginap di homestay. Jadi, semua atlet ini berada di hotel dan guest house di semua event,” ujarnya.
Ia juga memastikan penyaluran uang saku menjadi perhatian pemerintah daerah agar atlet memperoleh dukungan keuangan sebelum meninggalkan Tenggarong.
“Bahwa uang saku ini masuk di rekening masing-masing atlet sebelum kita meninggalkan Tenggarong,” kata Ali.
Selain kebutuhan akomodasi dan transportasi, Dispora Kukar memberikan dukungan peralatan pertandingan kepada sejumlah cabor. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan masing-masing peserta.
“Peralatan tanding ini juga diberikan kepada cabang olahraga. Meskipun tidak semua bisa terfasilitasi, minimal ini bisa menjadi penambah peralatan selama mengikuti pertandingan,” jelasnya.
Ali menambahkan, perlengkapan pakaian kontingen juga telah disalurkan kepada seluruh atlet, mulai dari jersi hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Alhamdulillah, tidak ada atlet yang tidak kebagian. Dari jersi, pakaian, training, kemudian jaket, kaus kaki, sepatu, dan topi. Alhamdulillah, semua sudah kompak hari ini,” ungkapnya.
Untuk mempermudah pemantauan hasil pertandingan, Dispora Kukar turut menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Prestasi Atlet Kukar (SIPAKAR). Sistem tersebut dirancang sebagai sarana penyampaian informasi perolehan medali kontingen dari berbagai kejuaraan.
Melalui SIPAKAR, masyarakat dan keluarga atlet diharapkan dapat mengikuti perkembangan hasil pertandingan tanpa harus menunggu laporan secara manual.
“Kami menyiapkan aplikasi ini, kami beri nama SIPAKAR, Sistem Informasi Prestasi Atlet Kukar. Dan semua boleh mengakses, masyarakat, orang tua, keluarga, termasuk kawan-kawan dari media,” jelasnya.
Ali berharap dukungan pemerintah daerah, kesiapan fasilitas, dan pembinaan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam menghadapi pertandingan.
Dengan jaminan bonus dan perhatian terhadap kebutuhan kontingen, Pemkab Kukar berharap atlet dapat bertanding secara maksimal, menjunjung sportivitas, serta mengharumkan nama daerah. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga dan penghargaan terhadap prestasi atlet di Kukar. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
