Cadangan Beras Bulog Cetak Rekor, Antisipasi Krisis Global

JAKARTA – Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perusahaan Umum (Perum) Bulog mencapai 4,7 juta ton pada April 2026, mendekati kapasitas maksimal penyimpanan dan menjadi sinyal kesiapan pemerintah menghadapi potensi gangguan pasokan pangan akibat tekanan iklim dan geopolitik global.

Peningkatan stok ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pangan nasional, terutama di tengah ancaman fenomena iklim El Nino ekstrem dan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok global. Data tersebut sebagaimana dilansir Investor Daily, Kamis, (16/04/2026).

Secara rinci, total kapasitas gudang beras yang dimiliki Perum Bulog mencapai 5.589.983 ton. Hingga pertengahan April 2026, volume beras yang telah tersimpan mencapai 4.368.184 ton, menyisakan ruang sekitar 1,2 juta ton untuk penambahan stok.

Pemerintah memandang penguatan cadangan ini sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penurunan produksi pertanian domestik yang diperkirakan mulai terasa pada semester kedua 2026. Risiko tersebut dipicu oleh kombinasi faktor iklim ekstrem dan dinamika geopolitik global yang dapat menghambat distribusi pangan.

Selain itu, optimalisasi kapasitas gudang yang masih tersedia akan dimanfaatkan untuk menyerap hasil panen dalam negeri maupun pasokan tambahan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras sekaligus menstabilkan harga di pasar.

Dengan stok yang hampir mencapai target 5 juta ton, pemerintah menargetkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka menengah, meskipun tekanan eksternal diperkirakan meningkat. Upaya mitigasi lanjutan, termasuk strategi menghadapi dampak El Nino, menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan ke depan. []

Penulis: Tiara Puspitasari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *