Camat Krejengan Dan Pemdes Temenggungan Survey Langsung Penerima Bantuan Program Gesek Ekstrem

TURUN LANGSUNG : Camat Krejengan B. Heri Wahjudi beserta Forkopimcam dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo dr. Mansur M.Mkes. turun lapangan melakukan survey terhadap para penerima manfaat program P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), Gesek Ekstrem 2024. (Foto : Misbahul)

PROBOLINGGO, Prudensi.com-Camat Krejengan B. Heri Wahjudi beserta Forkopimcam dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo dr. Mansur M.Mkes. turun lapangan melakukan survey terhadap para penerima manfaat program P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), Gesek Ekstrem 2024.

Setelah pelaksanaan Musdes Pemutakhiran data P3KE, didampingi oleh kepala Desa Temenggungan Moch. Iqbal Ali Warsa. Rombongan menuju lokasi penerima program P3KE yaitu Hanipa dan Sutaji di Dusun Krajan RT 04 dan RT 05, Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan, untuk melihat secara langsung kondisi fisik rumah maupun keadaan dari penerima manfaat tersebut. Senin, 04/03.

Menurut Bambang Heri Wahjudi pelaksanaan program Gesek Ekstrem tersebut adalah gagasan yang di inisiasi oleh Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, yang merupakan merupakan Gerakan Bersama Eselon Peduli Kemiskinan Ekstrem.

“Kita disini mendampingi Desa, terkait dengan musdesnya, dalam rangka memverifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem di Desa Temenggungan”, jelasnya.

“Untuk desa Temenggungan data yang ada dari 28 penerima manfaat, sekarang tinggal 27 disebabkan meninggal dunia, dikhawatirkan ada data-data warga yang sebenarnya bukan masuk di kriteria penerima tetapi masuk dalam daftar penerima, tapi untuk Temenggungan ini masih masuk dalam kriteria tersebut, bisa dilihat dari sisi penghasilan masih Rp. 300 ribu kebawah”, ungkapnya.

Hanipa (55) kepada media mengungkapkan jika dirinya sudah hidup berdua saja dengan anak lelakinya, dan sampai saat ini anak lelakinya yang sudah menginjak usia dewasa belum mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Benar pak, suami saya sudah meninggal, saya bekerja kadang membantu tetangga nyuci, kadang disuruh apa saja saya mau, namun kami belum memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan kami, anak saya juga masih mencari kerja, tapi sampai sekarang belum dapat juga”, urainya.

Sedangkan saat di rumah Sutaji dari RT 05, rumahnya terlihat baru dan terawat, akan tetapi rumah dengan ukuran 7 x 10 meter tersebut dihuni oleh 3 kepala keluarga.

Kades Temenggungan menyampaikan jika perbaikan rumah Sutaji adalah dari program RTLH, kades Iqbal juga menyampaikan jika di desa Temenggungan untuk saat ini sudah tidak ada lagi rumah dari “Gedeg” (rumah berdinding anyaman bambu).

Menurut dr. Mansur M. Mkes. Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo mengatakan, bahwa kehadirannya dalam musdes dalam rangka mengawal pemutakhiran data P3KE yang ada di Desa Temanggungan.

Tujuannya setelah terlaksananya musdes ini akan diperoleh data yang akurat dan akuntabel kemiskinan ekstrem di Kabupaten Probolinggo khususnya di Desa Temanggungan,” Pungkasnya.(Misbahul)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *