DAMRI Buka Rute Pontianak-Kuching-Brunei dan Shuttle Bandara 3 September

PONTIANAK – Layanan bus DAMRI pada Kamis (03/09/2026) membuka dua pilihan perjalanan yang memiliki karakter berbeda, yakni konektivitas lintas negara dari Pontianak menuju Malaysia dan Brunei Darussalam serta layanan shuttle menuju Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Kedua layanan tersebut memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antarkota, antarnegara, maupun akses menuju bandara.

Salah satu layanan yang memiliki cakupan perjalanan lintas negara adalah rute Pontianak-Kuching melalui Entikong. Bus berangkat dari Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Ambawang menuju Kuching Central Bus di Malaysia dengan tarif Rp270.000.

Rute tersebut menggunakan jalur darat dan melewati kawasan perbatasan Entikong. Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju Kuching tanpa harus menggunakan transportasi udara. Perjalanan juga memperlihatkan peran layanan bus dalam menghubungkan mobilitas masyarakat di Kalimantan dengan wilayah Malaysia.

Selain rute menuju Kuching, DAMRI menyediakan perjalanan dari Pontianak menuju Brunei Darussalam melalui Kuching. Namun, tarif untuk rute tersebut tidak dicantumkan secara pasti sehingga calon penumpang perlu memastikan harga dan jadwal keberangkatan secara langsung melalui loket sebelum melakukan perjalanan.

Sementara itu, bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta, DAMRI menyediakan layanan shuttle dari dua titik keberangkatan, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim.

Layanan dari Stasiun Gambir beroperasi mulai pukul 03.00 hingga 21.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sedangkan keberangkatan dari Stasiun KCIC Halim tersedia mulai pukul 07.30 sampai 21.30 WIB. Kedua layanan tersebut menetapkan tarif yang sama, yaitu Rp80.000 per penumpang.

Perbedaan waktu operasional memberikan pilihan bagi penumpang untuk menentukan titik keberangkatan berdasarkan lokasi dan waktu perjalanan. Penumpang dengan penerbangan pagi dapat mempertimbangkan layanan dari Gambir karena operasional dimulai lebih dini. Sebaliknya, layanan dari Halim dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada siang hingga malam hari.

Sebagaimana diberitakan Harianjogja, Rabu (02/09/2026), keberadaan dua titik keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta memberikan alternatif bagi masyarakat yang terlebih dahulu berada di pusat aktivitas Jakarta maupun kawasan sekitar Halim. Penumpang dapat memilih layanan sesuai posisi awal perjalanan agar perpindahan moda transportasi lebih efisien.

Dari sisi tarif, terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara layanan lintas negara dan shuttle bandara. Perjalanan Pontianak-Kuching ditetapkan Rp270.000, sedangkan layanan dari Gambir dan Halim menuju Bandara Soekarno-Hatta masing-masing Rp80.000. Perbedaan tersebut mencerminkan karakter serta jarak layanan yang berbeda.

Bagi calon penumpang rute internasional, pengecekan dokumen perjalanan dan ketentuan perjalanan lintas batas tetap menjadi bagian penting sebelum berangkat. Sementara itu, penumpang yang menuju bandara perlu memperhitungkan waktu tempuh menuju terminal penerbangan serta menyediakan jeda waktu yang memadai sebelum jadwal penerbangan.

Informasi jadwal dan tarif juga perlu dikonfirmasi kembali sebelum keberangkatan. Hal tersebut penting karena operasional angkutan dapat mengalami penyesuaian. Masyarakat dapat memeriksa informasi melalui kanal resmi DAMRI atau menanyakan langsung kepada petugas di titik keberangkatan untuk memastikan jadwal yang berlaku pada hari perjalanan.

Dengan tersedianya rute Pontianak-Kuching-Brunei dan layanan shuttle menuju Bandara Soekarno-Hatta, DAMRI menawarkan pilihan perjalanan dengan kebutuhan yang berbeda. Rute lintas negara memperkuat konektivitas kawasan perbatasan, sedangkan layanan bandara membantu menghubungkan sejumlah titik transportasi utama dengan pusat penerbangan nasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *