Damri Layani Rute Tana Tidung-Tanjung Selor dan Malinau, Cek Jadwal serta Tarif Terbaru
TANA TIDUNG – Masyarakat yang akan bepergian dari Kabupaten Tana Tidung (KTT) menuju Kabupaten Bulungan maupun Kabupaten Malinau dapat memanfaatkan layanan Perusahaan Umum (Perum) Damri pada Sabtu (18/07/2026). Operator transportasi darat tersebut tetap mengoperasikan trayek menuju Tanjung Selor dan Malinau dengan tarif yang dinilai terjangkau serta jadwal keberangkatan yang tersedia setiap hari.
Layanan Damri menjadi salah satu pilihan transportasi umum bagi warga KTT yang ingin bepergian ke sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Selain menawarkan biaya perjalanan yang relatif ekonomis, armada tersebut juga memberikan ruang bagasi yang memadai bagi penumpang yang membawa barang.
Untuk rute KTT-Tanjung Selor, bus dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 Wita. Perjalanan menuju ibu kota Kabupaten Bulungan itu diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam dengan kapasitas maksimal 45 penumpang.
Tarif perjalanan disesuaikan dengan titik keberangkatan dan tujuan. Rute Tideng Pale-Tanjung Selor dikenakan tarif Rp100 ribu per penumpang. Tarif yang sama juga berlaku untuk keberangkatan dari Sesayap menuju Tanjung Selor.
Sementara itu, perjalanan dari Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping dipatok Rp80 ribu. Untuk rute Sekatak Buji-Tanjung Selor tarifnya Rp85 ribu, Panca Agung-Tanjung Selor Rp60 ribu, sedangkan perjalanan Tideng Pale-Sekatak Buji dikenakan biaya Rp50 ribu.
Adapun layanan Damri menuju Kabupaten Malinau tersedia dua kali dalam sehari, yakni pukul 08.00 Wita dan 15.00 Wita. Armada pada trayek tersebut memiliki kapasitas 19 penumpang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
Tarif perjalanan dari KTT ke Malinau ditetapkan sebesar Rp40 ribu per penumpang. Selain melayani tujuan utama Malinau, bus juga melayani penumpang yang turun di sejumlah wilayah sepanjang jalur perjalanan.
Tarif menuju Desa Seputuk, Desa Belayan Ari, dan Desa Kapuak masing-masing sebesar Rp20 ribu. Sementara itu, tarif menuju Sesua ditetapkan Rp30 ribu.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Tana Tidung (KTT) Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan trayek Damri memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan moda transportasi antardaerah dengan biaya yang lebih ringan.
“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek Damri ini. Masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah, dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Jumat (17/07/2026).
Keberadaan layanan Damri diharapkan terus mendukung mobilitas masyarakat di Kaltara, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi, dengan tetap memperhatikan jadwal keberangkatan yang sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kebijakan operator. []
Redaksi01
