Dana Asing Rp1,23 Triliun Dorong IHSG Lanjut Menguat

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Selasa (28/04/2026) dengan target jangka pendek di kisaran 8.332 hingga 8.354, didorong derasnya arus dana asing yang masuk ke pasar saham domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp1,23 triliun pada penutupan perdagangan sebelumnya. Aliran dana tersebut terkonsentrasi pada saham sektor perbankan dan emiten berkapitalisasi besar, yang menjadi penopang utama penguatan indeks.

Penguatan IHSG terjadi di tengah kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil, ditandai dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah. Faktor ini dinilai memberikan ruang bagi pasar untuk terus tumbuh sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Secara teknikal, analis memperkirakan ruang pergerakan IHSG berada pada area support 8.181 hingga 8.270, sementara resistance terdekat berada di kisaran 8.350 sampai 8.390. Dalam analisis pasar saham, support merupakan batas bawah yang menahan penurunan harga, sedangkan resistance adalah batas atas yang menjadi penghalang kenaikan lebih lanjut.

Kinerja pasar modal Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Pada awal Januari 2024, IHSG sempat mencatatkan rekor di level 7.359,76 dengan volume transaksi mencapai 17,17 miliar lembar saham, yang menjadi indikator pertumbuhan aktivitas perdagangan.

Dominasi sektor keuangan, khususnya perbankan, kembali terlihat sebagai motor penggerak indeks. Sektor ini menjadi incaran utama investor asing, seiring stabilitas fundamental dan prospek pertumbuhan yang dinilai lebih defensif dibanding sektor lain.

Selain perbankan, sektor transportasi dan energi turut mencatatkan kinerja positif. Sebaliknya, sektor teknologi dan kesehatan mengalami perlambatan akibat pergeseran alokasi dana investor ke saham berkapitalisasi besar.

Rendahnya inflasi turut memberikan dampak positif terhadap pasar saham, karena memungkinkan suku bunga tetap kompetitif. Kondisi ini membantu menekan beban bunga emiten sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Pelaku pasar diingatkan untuk tetap mencermati dinamika bursa regional seperti Nikkei dan Shanghai yang kerap memengaruhi sentimen awal perdagangan domestik. Strategi pengelolaan risiko seperti penentuan stop loss serta diversifikasi portofolio pada saham blue chip dinilai penting untuk menghadapi volatilitas pasar.

Fenomena penguatan IHSG di tengah pelemahan bursa global juga kerap terjadi, yang umumnya dipicu oleh kuatnya fundamental ekonomi domestik serta masuknya arus modal asing ke pasar negara berkembang, sebagaimana diberitakan Bloombergtechnoz, Selasa, (28/04/2026).

Dengan dukungan arus dana asing dan kondisi ekonomi yang kondusif, IHSG berpeluang melanjutkan tren positif dalam jangka pendek, meskipun pelaku pasar tetap diimbau waspada terhadap potensi koreksi teknikal. []

Penulis: Intan Permatasari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *