Daya Beli Melemah, Pasar Pahing Kuripan Sepi hingga 60 Persen

CILACAP – Penurunan daya beli masyarakat mulai terasa di Pasar Pahing Kuripan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu fluktuasi harga bahan pokok yang membuat aktivitas perdagangan melambat dan jumlah pengunjung pasar menurun drastis.

Fenomena tersebut terlihat dari kombinasi kenaikan dan penurunan harga sejumlah komoditas yang terjadi pada Senin (20/04/2026). Harga beras mengalami lonjakan dari Rp12.500 menjadi Rp14.000 per kilogram, diikuti kenaikan harga sayuran seperti terong yang mencapai Rp10.000 dan buncis Rp12.000 per kilogram. Namun, beberapa komoditas lain justru turun, seperti cabai rawit dari Rp80.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih menjadi Rp32.000, serta tomat turun ke Rp12.000 per kilogram.

Kondisi tersebut tidak serta-merta meningkatkan aktivitas jual beli. Para pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli yang dinilai lebih berdampak dibanding perubahan harga itu sendiri.

“Pembeli berkurang hampir 60 persen. Yang tadinya jualan jadi tidak jualan, jadi pada tidak belanja di pasar lagi,” tutur Saeful, pedagang di Pasar Pahing Kuripan, sebagaimana diberitakan Tabloidelemen, Selasa, (21/04/2026).

Menurut Saeful, lonjakan harga yang sempat terjadi sebelumnya membuat banyak pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan warung, kesulitan bertahan karena tingginya biaya modal. Akibatnya, sebagian memilih berhenti berjualan, sehingga perputaran ekonomi di pasar ikut tertekan.

Situasi serupa juga dirasakan oleh konsumen. Manawiyah, salah satu pembeli, mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.

“Yang paling terasa naik itu beras, dari Rp12.500 jadi Rp14.000. Pengeluaran juga jadi bertambah banyak, sekarang Rp100.000 belum komplit,” kata Manawiyah.

Penurunan jumlah pedagang dan pembeli ini turut berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi di pasar tradisional tersebut. Baik pedagang maupun konsumen berharap adanya kebijakan yang mampu menstabilkan harga agar aktivitas perdagangan dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau. []

Penulis: Priyanti | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *