Fluktuasi Harga Pangan Sulsel: Cabai Naik Tajam, Ayam Justru Turun

MAKASSAR – Fluktuasi harga bahan pokok di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (21/04/2026) menunjukkan dinamika beragam, dengan sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan signifikan di tengah sebagian lainnya justru menurun atau stagnan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai merah besar yang naik 19,35 persen menjadi Rp29.300 per kilogram. Kenaikan juga tercatat pada cabai merah keriting yang mencapai Rp32.400 per kilogram atau naik 2,05 persen, serta minyak goreng curah yang naik tipis menjadi Rp18.450 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun cukup dalam sebesar 20,74 persen menjadi Rp53.700 per kilogram, diikuti cabai rawit hijau yang turun 9,03 persen menjadi Rp26.700 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada daging ayam ras segar yang berada di angka Rp29.600 per kilogram serta bawang merah yang turun menjadi Rp41.400 per kilogram.

Untuk komoditas utama seperti beras dan daging sapi, harga relatif stabil. Beras kualitas medium I tercatat Rp14.700 per kilogram, sementara daging sapi kualitas 1 berada di level Rp133.500 per kilogram. Stabilitas ini menjadi indikator bahwa pasokan komoditas pokok tertentu masih terjaga di pasaran.

Adapun gula pasir premium masih bertahan di harga Rp17.100 per kilogram, sedangkan gula lokal sedikit turun menjadi Rp18.050 per kilogram. Minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan tipis di kisaran Rp20.850 hingga Rp22.200 per kilogram.

Variasi harga ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang berbeda pada tiap komoditas, sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan. Data tersebut sebagaimana dilansir Fajar, Selasa, (21/04/2026).

Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan intensif serta intervensi yang diperlukan guna mengendalikan lonjakan harga, khususnya pada komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.[]

Penulis: Selfi Sultan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *