Dinas PUPR Kota Pontianak Lakukan Pengujian Konstruksi Tanah untuk Pembangunan SPAL-DT
Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak, Ir. Firayanta.
PONTIANAK – Dinas PUPR Kota Pontianak tengah mematangkan persiapan proyek strategis pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT). Saat ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak sedang melakukan pengujian konstruksi tanah dengan mengambil sampel di sejumlah titik lokasi yang akan dikerjakan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak, Ir. Firayanta, menjelaskan bahwa pengujian ini sangat krusial untuk memetakan struktur tanah di sepanjang jalur utama yang akan dilintasi pipa jaringan limbah.
“Sekarang masih dalam pengujian konstruksi tanah. Kami mengambil sampel di beberapa titik dengan jarak antara 50 hingga 100 meter. Tujuannya untuk melihat struktur tanah agar pada saat pengerjaan nanti tidak menimbulkan kelongsoran atau pergerakan tanah,” ujar Firayanta, Rabu, (1/7/2026).
Untuk tahap awal, pembangunan infrastruktur ini akan dipusatkan di dua kawasan utama, yakni Martapura dan Nipah Kuning. Nantinya, sistem ini akan mencakup saluran hubung langsung dari rumah tangga (septic tank) menuju unit pengolahan terpusat.
Secara teknis, proyek ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 12.000-meter kubik per hari dengan target pelayanan mencapai 16.000 rumah tangga.
“Ada dua unit pengolahan, satu di Martapura dan satu di Nipah Kuning. Semua limbah rumah tangga akan dialirkan dan diolah menjadi sistem yang aman. Bahkan, hasil olahannya nanti bisa dimanfaatkan kembali, misalnya untuk pupuk atau kebutuhan konstruksi lainnya,” ujarnya.
Firayanta menyebut, proyek skala besar ini menelan anggaran sebesar Rp1,2 triliun ini direncanakan berjalan selama lima tahun. Pemkot menargetkan seluruh rangkaian pembangunan rampung pada tahun 2029, sehingga sistem dapat mulai beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas pada tahun 2030.
Firayanta juga menyadari bahwa pengerjaan proyek di jalur-jalur utama, seperti kawasan Gajah Mada, Jalan Runtas, hingga Jalan Jabuhi, berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat, terutama terkait kelancaran lalu lintas.
“Kami menyadari ini adalah proyek besar dan strategis. Kami terus melakukan kajian mendalam melalui laboratorium untuk meminimalisir dampak negatif, baik terhadap infrastruktur kota yang sudah ada maupun terhadap kenyamanan masyarakat selama proses konstruksi berlangsung,” ucapnya.(rac)
